THE TWO TOWERS

CHAPTER BUKU 4

401 The Taming of Smeagol / 402 The Passage of the Marshes / 403 The Black Gate is Close / 404 Of Herbs and Steward Rabbit / 405 The Window on the West / 406 THe Forbidden Pool / 407 Journey to the Cross-roads / 408 The Stairs of the Cirith Ungol / 409 Shelob's Lair / 410 The Choices of Master Samwise

 

(Klik gambar untuk memperbesar)

 

[401] Frodo dan Sam masih berkutat di Emyn Muil (Amon Lhaw kalau menurut saya), mereka kesulitan mencari jalan keluar dari perbukitan itu dan langsung ke Mordor. Perbukitan bagian timur Emyn Muil ini memang penuh batu cadas yang tinggi serta lembah yang curam. Pada suatu kesempatan, tali elf yang diberikan Galadriel menunjukkan kehebatannya.

Sam kebingungan bagaimana menggulung tali ketika mereka sudah sampai di bawah lembah. Tali itu dipakai untuk menolong mereka turun, diikatkan pada batu di atas lembah. Ketika dia menyentakkan tali itu, tiba-tiba tali itu jatuh ke bawah tanpa cacat sedikitpun. Frodo langsung (bercanda) cemas bahwa jangan-jangan simpul tali yang dibuat Sam ga kuat. Sementara Sam (begitu serius) yakin simpulnya begitu kuat, dia berkesimpulan tali ini memang turun sendiri begitu dia memanggilnya.

(Sam memang karakter yang lucu, suka mengutip kata-kata Gaffar ayahnya, suka menciptakan lagu-lagu sendiri untuk menceritakan sesuatu, atau ngasih nama sesuatu pada sesuatu yang sudah bernama. Namun hal ini membuat Frodo suka senyum, dan menjadi hiburan sendiri dalam Quest of Mount Doom mereka).

No way down (T. Nasmith)

Taming of Smeagol (A. Lee)

Sampai akhirnya mereka menyadari makhluk aneh Gollum masih mengikuti mereka. Dengan sedikit taktik, mereka tangkap Gollum, walau terjadi dulu pergumulan. Gollum menyerah, dia diikat oleh Sam dengan tali elfnya. Frodo memandangnya dengan sejuta pikiran.

Sayang sekali, kenapa sih Bilbo tidak membunuh makhluk ini ketika dia punya kesempatan?

Sayang? Sayanglah yang ada ditangan Bilbo, sayang dan kasihan: tidak menyerang kalau tidak butuh.

Saya tidak merasa kasihan pada Gollum, dia pantas untuk mati.

Pantas mati! Saya berani katakan dia memang pantas. Banyak yang hidup pantas mati. Dan beberapa yang mati layak untuk hidup. Dapatkan kamu memberikanya pada mereka? (Lantas saya) terlalu berani untuk mencampuri urusan kematian atas nama keadilan, (karena) kekhawatiran terhadap keamanan sendiri. Bahkan orang bijakpun tidak bisa melihat semua akhir.

Frodo memutuskan untuk memaafkan Gollum, tapi dia tidak melepaskan Gollum. Dia menyuruh Gollum untuk menyertai perjalanan mereka, ke Mordor. Gollum disuruh menjadi petunjuk jalan, karena Gollum tahu jalannya. (Gollum pernah berjalan dari Misty Mountains sampai ke Mordor dalam rangka mencari the One Ring yang hilang. Akhirnya dia ditangkap oleh orcs dan disiksa di Mordor).

Gollum ketakutan, dan seperti berbicara dengan dirinya sendiri. Frodo melihat keganjilan itu, Frodo pun merasakan bahwa Gollum ini punya 2 kepribadian: sisi jahat yang selalu menakan sisi baik. (Sam nantinya memberi nama Stinker untuk kepribadian jahat dan Slinker untuk kepribadian patuh dan tertindas dar Gollum).

Gollum masih sempat-sempatnya pengen lari ketika Frodo dan Sam lagi istirahat, tapi lagi-lagi tali elf Sam menunjukkan kebolehannya. Frodo kali ini memaksa Gollum bersumpah, dan Gollumpun bersumpan (dia memilih) atas nama Precious-nya, the One Ring, untuk berprilaku baik dan akan meladeni Frodo (yang disebutnya) master of precious. Frodopun memerintahkan Sam melepaskan tali yang mengikat leher Smeagol.

Sam sebenarnya masih sepenuhnya tidak percaya dengan Gollum. Namun kepatuhannya pada Frodo masternya, membuat dia harus melepaskan ikatan Gollum.

[402] Dengan bantual Gollum, mereka berhasil keluar dari Emyn Muil. Atas saran Gollum biar ga ketauan pasukan Mordor, mereka menempuh Dead Marshes. Di wilayah itu orcs pun ga berani lewat. Gollum menemukan "jalan aman" itu saat ke Mordor.

Dead marshes ini berkabut, bau, dan kadang ada cahaya lilin kelap-kelip di balik kabut atau dari arah airnya. Selain itu, banyak mayat dan kepala orang bergelimpangan di dalam airnya. Korban perang besar the Last Allience versus Mordor. Tapi tentu bukan jasad yang sebenarnya, itu adalah hantu. Tidak bisa dipegang, tidak bisa diraih, tapi dia disana.

Semakin dekat ke Mordor, semakin berat langkah Frodo. The One Ring seakan-akan menariknya ke bumi, terasa berat. Berkali-kali dia tercicil berjalan di daerah rawa-rawa itu. Sam dengan setia membantu masternya. Di sana mereka juga sempat melihat satu winged messanger melintasi mereka.

Gollum's Debate (T. Nasmith)

Frodo dan Sam memutuskan istirahat di sebuah lembah kecil selepas Dead Marshes. Saat itulah Sam melihat Gollum berdebat dengan dirinya sendiri. Yang ngomong sama, suara sama, tapi tekanan nada bicara beda, seperti suara orang licik berdebat dengan suara orang yang patuh.

Gollum licik menginginkan Gollum mengambil the One Ring dari Frodo, tapi Gollum patuh ga mau karena sudah bersumpah akan berprilaku baik. Setelah terjadi perdebatan lama, Gollum patuh kayaknya mulai terpengaruh. Karena ga mungkin merebut langsung, maka Gollum licik membuat recana membawa Frodo ke dia (she)! Gollum patuh kaget dan tidak mau karena itu sangat berbahaya.

Begitulah, Sam memperhatikan dengan seksama tapi tidak mengerti siapa dia (she) yang dimaksud Gollum. Sam tidak menyampaikan ke Frodo masalah perdebatan ini.

Setelah Frodo merasa kuat, perjalanan dilanjutkan. Frodo meminta Gollum untuk membawa mereka ke pintu Mordor, the Black gate Morannon! Habis itu Gollum dibebaskan pergi ke mana aja asal bukan ke Mordor.

Dua kali lagi mereka melihat Winged Messanger, yang sepertinya merasakan kehadiran mereka.

[403] Singkat cerita, mereka sudah dekat dengan Cirith Gorgoth. Dari tempat mereka berdiri, berlindung di balik batu-batu, mereka melihat gerbang tinggi, besar, dua menara kembar (Tower of Teeth) mengapitnya, dengan pengawalan yang sangat ketat. Tidak mungkin rasanya mereka menyusup, pasti ketahuan.

Frodo nekad, tapi ditahan oleh Gollum. Gollum mengaku dia tahu jalan lain, jalan yang menurutnya aman. Sam tidak percaya, dia ingat dengan perdebatan Gollum beberapa malam lewat. Tapi Sam tidak bisa berbuat apa-apa, dia tahu masternya pasti akan ke Mordor apapun caranya. Dan dia sudah berjanji apapun akhirnya dia akan menyertai masternya.

Sebelum Frodo menyetujui saran Gollum, mereka melihat pasukan Easterlings datang ke Morannon. Trompet selamat datang berbunyi, The Black Gate terbuka. Frodo ingat penglihatannya saat di Amon Hen beberapa saat yang lalu, banyak pergerakan dari Dark Lord. Frodo akhirnya setuju, dan memerintahkan Gollum memimpin mereka ke jalan alternatif itu. Hal ini makin menguatkan Frodo untuk memilih jalan alternatif ini.

Jalan ini, menurut pengakuan Gollum, tidaklah dijaga terus-menerus seperti halnya Morannon. Tapi Gollum tidak bisa (atau tidak mau?) menceritakan dengan lengkap perihal jalan alternatif ini. Sam sudah membaca bahwa Gollum punya niat ganda: tidak ingin Enemy mendapatkan the One Ring maupun Frodo, dan tetap ingin menjaga kesempatan mendapatkan balik the Precious.

Through the Marshes (T. Nasmith)

The Easterlings enter the Morannon (A. Lee)

The Mumakil (A. Lee)

Kecurigaan melanda Frodo dan Sam. Mungkin benar bahwa Gollum tahu jalan itu, yang menurut pengakuannya dipakai saat dia melarikan diri dari Mordor. Tapi masak Dark Lord sendiri ga tahu ada "celah" di garis wilayahnya? Jangan-jangan Gollum memang sengaja dilepaskan dengan suatu niat tertentu? Atau Gollum sendiri membuat perjanjian dengan Mordor?

(Dialog ini terjadi sementara mereka terus berjalan ke arah selatan menuju Harad Road).

Jalan itu... adalah Cirith Ungol. Kalau dari utara berarti beberapa mil sebelum Minas Morgul. Frodo ragu. Dari keterangan Gollum yang sepertinya menyembunyikan sesuatu, jalan ini penuh misteri. Saat itu mereka sedang beristirahat di daerah yang cukup rindang (sebenarnya berlokasi di daerah utara Ithilien - cuma Frodo tidak tahu). Frodo belum membuat keputusan, walau dari tadi tetap mengikuti Gollum.

Saat itu mereka mendengarkan riuh dari arah bawah (o iya, daerah mereka istirahat ini agak sedikit tinggi). Dan mereka satu grup pasukan manusia dengan pakaian agak aneh yang membawa binatang yang luar biasa. Frodo sempat kaget juga karena Sam tahu namanya: Oliphaunt (atau mumakil) grey as a mouse, big as a house, nose like a snake (saat membacakan puisi ini, tangan Sam otomatis ke belakang punggungnya - gaya standard Sam membacakan puisi). Rombongan datang dari arah selatan menuju Morannon. Besar sekali orang-orang ini adalah Haradrim.

Setelah tertawa melihat gaya Sam yang membuat Frodo sedikit relaks, keputusan dibuat: celah Cirith Ungol menjadi pilihan mereka untuk menyusup ke Mordor!

[404] Mereka melanjutkan perjalanan melewati daerah hijau Ithilien. Istirahat secukupnya lalu jalan lagi. Sampai pada suatu daerah mereka memutuskan untuk istirahat agak lama. Frodo tidur, sementara Sam "ngerjain" Gollum dengan minta tolong carikan kelinci di daerah itu buat dimasak. Setelah kelinci, dia juga minta dicarikan kentang dan lain-lain, sehingga Gollum menggerutu sendiri. Sam juga sempat-sempatnya ngomong dengan gaya Gollum (hahaha...).

Mereka makan saat Frodo terbangun. Gollum tidak kelihatan, ntah kemana dia pergi. Sesaat kemudian, baik sam dan Frodo seakan-akan mendengar orang bersuit dan saling balas-membalas.

Tidak perlu lama Frodo dan Sam bertanya-tanya, karena segera setelah itu mereka dikelilingi orang-orang gagah, tinggi, dengan seragam yang khas. Mereka adalah the Rangers of Ithilien. Pemimpinnya mendekati mereka, dia adalah Faramir, meminta mereka memperkenalkan diri termasuk orang ketiga (Gollum) yang menyertai mereka.

Frodo tidak menjelaskan Gollum kecuali informasi bahwa Gollum untuk sementara di bawah peduli Frodo sebagai petunjuk jalan. Kemudian Frodo pun memperkenalkan diri singkat, bahwa mereka adalah Hobbit yang sedang dalam perjalanan dari Rivendell dengan 7 teman yang lain. Saat Frodo menjelaskan Boromir ada diantara mereka, para Rangers kaget.

Faramir agaknya juga mengetahui perihal the One Ring. Karena dia dan pasukannya sedang mengurus sesuatu, Frodo dan Sam dititipkan ke penjaga: Mablung dan Damrod. Sementara Faramir dan pasukannya pergi. Tidak lama sesudah itu terdengar suara riuh, Sam penasaran dan ngintip. Terlihat sekelompok pasukan Haradrim kocar-kacir diserang oleh para Rangers of Ithilien. Karena ngantuk, Sam memutuskan tidur sejenak (aneh-aneh aja Sam ini.... pake tidur segala, mirip seseorang yang saya kenal: tukang tidur!).

Faramir (Greg & Tim Hildebrandt)

Encounter with Faramir (A. Eismann)

[405] Saat Sam terbangun, dia melihat Faramir dan Frodo sedang berdialog. Disekitar mereka pasukan Faramir sedang istirahat (sesekali curi-curi dengan pembicaraan Faramir dan Frodo agaknya).

Antara Faramir dan Frodo terjadi percakapan yang sangat jantan (gentle). Isinya tentu saja bekisar tentang perjalanan Frodo. Faramir penasaran dan ingin tahu banyak, sementara Frodo dengan cerdasnya bisa menjawab tanpa harus mengungkapkan segalanya. Situasi berubah ketika Faramir mencoba menyerang Frodo perihal Boromir, dan mengungkapkan Boromir adalah kakaknya. Dari Faramir lah Frodo tahu bahwa Boromir tewas. Suara trompet yang ditiup Boromir terdengar sampai ke Minas Tirith. Sekarang terompet pusaka yang terbelah dua berada di tangan Denethor II, Steward of Gondor.

Frodo meminta Faramir untuk membiarkan mereka melanjutkan perjalanan. Tapi Faramir meminta mereka ikut mereka ke Henneth Annun mengingat Frodo dan Sam tidak akan aman bila berjalan sendiri di kawasan itu. Frodo tidak punya pilihan lain.

Henneth Annun (T. Nasmith)

Dialog Faramir-Frodo terus belangsung. Faramir sudah menduga ada ketidakharmonisan antara Frodo dan Boromir yang bernafsu menginginkan the One Ring, dan berakhir dengan kematian Boromir. Faramir juga sudah menduga bahwa Isildur's Bane (sebutan the One Ring di kalangan Gondorian) berada di tangan Frodo. Faramir ini seorang yang berwawasan luas, terlihat dari materi pembicaraan Faramir (yang pasti tidak akan saya utarakan disini.. ha ha ha *tertawa puas).

Tidak ada tampak tanda-tanda Faramir bernafsu mendapatkan the One Ring (atau mungkin karena belum melihat langsung?), malah menawarkan bantuan Frodo menjalankan Quest-nya. Sesungguhnya Frodo sudah pengen teriak mintak nasihat (dan lontong padang) kepada Faramir yang begitu bijak dan gagah ini, mengingat Frodo berpikir cuma dia dan Sam yang tersisa dari the Nine Walker.

Frodo dan Sam bersedia ditutup matanya ketika sudah sampai di tempat tujuan.

Di Henneth Annun, Frodo dan Sam diladeni dengan baik. Mereka diberi tempat istirahat dan disajikan makanan yang cukup mengenyangkan (kayaknya juga ada lontong padang di sana). Agak malamam dikit, Frodo yang sekarang lebih merasa enak, bercerita banyak tentang perjalanan fellowship. Faramir juga bercerita tentang Gondor.

Sam ga tahan untuk ga ngomong, terutama mengkritik Faramir yang ga ada nyinggung-nyinggung Elves ras favorit Sam. Dan tidak lupa cerocos Sam menyinggung keindahalan Lorien dan Galadriel, sampai kegundahan Boromir yang pengen mengambil the One Ring dari Frodo.

Hal tersebut sudah cukup bagi Faramir untuk menjawab dugaannya dari tadi. Namun, Faramir memang bukan co ganteng murahan. Dia memang tidak mau untuk terlibat dengan the One Ring karena takut akan terjadi hal-hal seperti Boromir. Dia menjamin keselamatan Frodo dan Sam, dan meminta Sam tidak lagi menyebut Isildure's Bane lagi. Dia menyuruh Frodo dan Sam istirahat, walau sempat kaget mendengar rencana Frodo untuk ke Mount Doom.

 

Gollum at the Forbidden Pool (T. Nasmith)

[406] Malam itu, Faramir terpaksa membangunkan Frodo karena pasukannya menangkap Gollum yang sedang mencari ikan di danau depan Henneth Annun. Frodo berusaha melindungi Gollum dari pasukan Faramir yang siap menembak mati Gollum. Frodo pergi ke danau tersebut untuk menjemput Gollum. Setelah dibujuk dan diancam dengan Preciousnya, Gollum bersedia ikut Frodo.

Sayang sekali, begitu Gollum sampai di tempat Frodo berdiri, dia disergap oleh pasukan Faramir. Gollum panik, dan merasa dikhianati masternya. Faramir yang tahu bahwa Gollum ini penunjuk jalan Frodo, dia memaksa Gollum bicara mau dibawa kemana Frodo. Dan terungkap bahwa Gollum akan membawa mereka ke Mordor lewat Cirith Ungol. Tentu saja ini bukan kabar yang menggembirakan bagi Faramir.

Faramir menyarangkan dengan sangat banget ke Frodo untuk tidak sepenuhnya percaya pada Gollum. Lagian, Cirith Ungol adalah jalan yang dihantui kekuatan jahat. Frodo tidak ada pilihan, dia akan tetap pergi.

Faramir membekali mereka dengan makanan secukupnya (lontong padang ga termasuk karena cepat basi) dan lebethron (tongkat kayu yang biasa dipakai para pendaki gunung untuk membantu merambah semak-semak, dibuat dari kayu khusus).

[407] Paginya perjalanan siap dilanjutkan, tujuan jelas: Cross-road. Faramir menyampaikan berita dari mata-matanya bahwa Hadrim Road kosong, diduga kuat the Enemy siap untuk menggerakkan pasukannya secara serempak ke barat, menyerang Gondor. Faramir memberi saran soal rute yang harus ditempuh.

Mereka istirahat beberapa kali. Pada saat istirahat terakhir kali sebelum sampai di Cross-road, Gollum hilang. Di sana Frodo dan Sam mendengar ntah tabuh ntah petih, kadang mereka juga merasakan tanah bergoyang-goyang. (Nanti diketahui itu adalah pasukan Mordor yang bergerak menuju Osgilliath).

Perjalanan dilanjutkan begitu Gollum kembali. Sesampainya di Cross-road mereka bisa melihat dari jauh Minas Tirith di sebelah barat. Sementara memalingkan pandangan ke timur... kegelapan menyelimuti. Disana Minas Morgul berada. The One Ring mulai terasa berat lagi, seperti ketika melintasi the Dead Marshes.

Di Cross-road ini juga mereka melihat patung raja seperti di Argonath, tapi kepalanya diganti ama kepala-kepalaan dengan 1 mata merah: lambang Mordor. Kepala asli patung terjatuh di tanah.

[408] Mereka sampai ke lembah kematian (the valley of death) dimana Minas Morgul berada. Gollum mengarahkan mereka ke celah Cirith Ungol, namun Frodo ntah kenapa (yang pasti bukan keracunan lontong padang yang dimakannya saat di Hennet Anun) berlari menuju gerbang Minas Morgul. Sam dan Gollum menahannya, dan menariknya ke jalan "yang benar".

Jalan "yang benar" ini mendaki, melewati anak tangga alami yang banyak banget. Gollum dengan tangkas mendaki, sementara Sam harus membantu Frodo yang mulai tampak kepayahan. Frodo memang harus membagi tenaga antara melanjutkan perjalanan dengan melawan kekuatan jahat berasal dari the One Ring. Frodo meminta berhenti untuk beristirahat, tapi kali ini Gollum dengan segala ketakutannya melarang mereka berhenti di awal-awal pendakian celah Cirith Ungol. Akhirnya Frodo menurut.

 

At the Cross-road (D. Sweet)

The Tower of the Rising Moon (T. Nasmith)

Belum sempat mereka melanjutkan pendakian, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Batu dan tanah bergoncang. Sinar merah melesat dari langit Mordor ke menara Minas Morgul. Seakan-akan mengerti, Minas Morgul menjawab... Tiba-tiba gerbang Minas Morgul terbuka. (lari!!)

Keluar dari sana pasukan perang Minas Morgul, dipimpin langsung oleh raja mereka: the Witch-king, lord of the Nine Riders, yang paling sakti dan tangguh diantara the black riders. Inilah pasukan terbesar yang pernah ada semenjak Isildur memerintah Gondor, tapi ini bukanlah pasukan terbesar dari Mordor. Sisanya masih berada di Mordor, dan sedang menyusul. Ya, pasukan ini sedang menuju Osgilliath, menangkap kota itu untuk dijadikan pangkalan penyerangan besar-besaran ke Minas Tirith.

Witch-king sempat menghentikan langkahnya seakan-akan merasakan ada kekuatan lebih dahsyat berada di lembahnya. Luka di bahu kiri Frodo tiba-tiba sakit kembali. Frodo merasakan ada kekuatan dahsyat memaksanya memakai the One Ring. Frodo tahu bahwa itu hanya akan mencelakakannya saja, dan dia tidak mau memakaikannya. Namun, jari tangannya bergerak sendiri ke arah cincin yang tergantung di lehernya. Dia sadar, dan mengontrol tangannya mundur, sampai tanpa sengaja menyentuh Phial of Galadriel. Frodo merasa terasa sedikit tenang, kekuatan the One Ring untuk menguasai pikirannya berkurang jauh. Untunglah Witch-king tidak bisa melihat mereka, mungkin tertolong oleh jubah-elf pemberian Galadriel.

Witch-king berlalu, pikiran Frodo segera melayang ke Faramir. Dia tahu, pasukan besar ini menuju Osgilliath, apa yang akan dilakukan Faramir? Kekuatan mereka jelas tidak seimbang. Apa yang akan terjadi kalau pasukan Mordor lain datang? Apakah masih berguna Questnya, sekalipun dia berhasil?

Frodo, yang masih terus berjuang melawan pengaruh the One Ring, melanjutkan pendakian tangga Cirith Ungol, dibantu Sam pelayannya yang setia. Tujuan mereka adalah sebuah lorong yang menembus Ephel Duath sehingga tidak perlu melewati Tower of Cirith Ungol.

Saat mereka sudah berada di daerah puncak celah dan bisa melihat Tower of Cirith Ungol, Frodo lagi-lagi meminta istirahat. Sam, dengan gayanya yang khas menghibur Frodo (walau dia sendiri ga berniat menghibur, tapi kata2nya bikin Frodo senyum). Sementara Gollum lagi-lagi menghilang, katanya sih cari makan. (Kemana Smeagol sebenarnya selama ini sering menghilang? Sabar... dalam beberapa saat lagi akan terungkap, silakan pesan dulu lontong padangnya!).

Gollum kembali, dia melihat Frodo tertidur diatas pangkuan Sam. Wajah mereka terlihat damai.  Gollum saat itu tiba-tiba bimbang, terbayang sosok hobbit tua pada diri Gollum. Hobbit yang secara tidak alami tidak lagi memiliki umur, dan terusir dari waktu dan jenisnya. Gollum balikkan badan, menggelengkan kepala, seakan-akan terjadi lagi debat dalam dirinya. Lalu dia mendekati Frodo, dan dengan hati-hati dipegangnya lutut Frodo.

Sam terbangun, dan otomatis kaget. Dikiranya Gollum mau mencelakan Frodo. Segera dia maki Gollum dengan sebutan "Sneak" (pengecut). Gollum ngambek (haha). Ketika Frodo bangun, dia masih ngambek karena disebut pengecut oleh Sam.

(Sam tidak tahu bahwa gara-gara dibilangin pengecut itulah Gollum yang tadinya udah hampir mengalahkan sisi jahatnya memantapkan hati untuk membunuh mereka saja).

 

Frodo bertanya, apakah mereka sudah bisa jalan sendiri? Kalau iya, maka Gollum dibebaskan dari sumpahnya. Tapi Gollum segera menjawab tidak, dan mau menyertai mereka ke lorong tersebut.

[409] Mereka sampai ke mulut lorong itu. Susasanya di sana makin aneh, baunya juga sangat aneh. Bau ini sebenarnya udah tercium semenjak mereka masuk celah Cirith Ungol, namun di sini baunya lebih keras. Gollum mempersilakan mereka masuk, tentu tanpa memberi tahu nama terowongan itu: Torech Ungol, sarang Shelob!

Merekapun masuk, Gollum memimpin di depan. Lorong itu terasa panjang dan gelap. Lama kelamaan mereka tidak lagi melihat Gollum. Frodo memanggil, tapi ga ada balasan. Mereka segera bergerak lebih cepat untuk segera keluar dari sana. Tapi setiap simpang yang mereka pilih selalu berujung buntu.

Frodo teringat hadiah dari Galadrial: the Phial. Segera dikeluarkannya phial tersebut, pendaran cahaya memancar. "Aiya Earandil Elenion Ancalima" teriak Frodo... dan cahaya terang dan kuatpun memancar dari phial tersebut.

Saat itulah mereka melihat, ada makhluk jahat di sana... dialah Shelob, sekarang Sam mengerti siapa dia (she) yang dimaksud Gollum beberapa saat yang lalu. Shelob ragu-ragu menyerang mereka, nampaknya dia gentar dengan cahaya dari phial Frodo. Frodo memindahkan phial ke tangan kirinya, tangan kanannya mengeluarkan Sting. Dia maju ke depan, bersikap menantang Shelob. Shelob mundur teratur dan menghilang dari balik kegelapan.

Frodo dan Sam melanjutkan usaha keluar dari lorong itu. Dengan Sting dibabatnya semua jaring laba-laba sehingga akhirnya mereka sampai lagi ke celah Cirith Ungol. Mereka bernapas lega, karena tidak tahu bahwa Shelob punya banyak jalan keluar menuju celah Cirith Ungol....

Black Vapour (C. Wald)

Shelob Retreat (T. Nasmith)

Shelob, diceritakan, sudah menghuni Ephel Duath selebum Sauron masuk Mordor. Ga ada yang tau bagaimana dia selamat lari sampai ke sana ketika Melkor ditaklukan oleh Aratar. Shelob tidak mengabdi pada siapapun, pedulinya cuma makanannya: elves dan men. Ketika kekuatan Sauron bangkit, tidak ada lagi elves dan men yang main-main ke sana, kecuali orcs. Suatu saat dia bertemu dengan Gollum, dan Gollum menjanjikan dia makanan segar. Oleh Gollum, Shelob dijadikan alat dalam rencananya mendapatkan kembali Preciousnya. Beberapa kali dia meninggalkan Frodo dan Sam yang sedang istirahat, untuk menemui Shelob memastikan rencananya jalan. Shelob tidak mengetahui rencana tersembunyi Gollum, karena dia cuma peduli dengan makanannya. Sauron sendiri tahu keberadaan Shelob, dia malah senang karena Shelob sekalian menjaga celah Cirith Ungol agar tidak disusupi musuh. Terkadang Sauron menyerahkan tahanan yang menurutnya tidak berguna lagi untuk menjadi makanan Shelob.

Frodo dan Sam terus lari. Sam terlalu jauh di depan Frodo ketika dia menyadari Shelob mengintai masternya. Shelob sepertinya memilih Frodo karena Sam masih memegang phial of Galadriel. Sam berteriak untuk memberi tahu Frodo bahwa Shelo di depannya (Shelob antara Frodo dan Sam, tapi kayaknya nempel di dinding celah Cirith Ungol). Belum selesai teriakannya, Gollum tiba-tiba nangkring dipundaknya dan memiting lehernya. Sementara Frodo diserang oleh Shelob.

Sam dengan cerdiknya bisa melepaskan diri dari pitingan itu, dan balik menyerang Gollum dengan lebethronnya. Tapi Gollum yang kesel karena meremehkan Sam berhasil lari.

[410] Sam segera menghampiri Frodo. Sekujur tubuh Frodo sudah terlilit jaring laba-laba, dan di sana Shelob menunggu Sam! Sam, yang sepertinya ditakdirkan menjadi warrior karena keadaan, bertarung dengan gagah melawan salah satu creature jahat terkuat di Middle-earth. Sam berhasil membutakan satu mata Shelob, dan terakhir menusuk perutnya dengan pedang pusaka numenorians yang didapatnya dari Borrow-downs. Shelob terluka, tidak terbayang olehnya yang melakukan itu adalah seorang Hobbit.

Sam tidak berhenti disana, phial of Galadriel diangkatnya tinggi-tinggi dan meneriakkan "Galadriel, Gilthoniel A Elbereth, A Elbereth Gilthoniel, o menel palan-diriel, le nallon si di'nguruthos! A tiro nin, Fanuilos!", bahasa yang dia sendiri tidak pernah tau. Shelob bertambah takut, dia mundur dan mundur dan masuk ke dalam lobang lalu menghilang.

Sam segera menghampiri masternya. Jaring laba-laba masih menyisakan wajahnya yang terlihat pucat tak berdarah. Sam memanggil-manggil masternya,

"Frodo, Tuan Frodo! Jangan tinggalkan saya sendirian di sini! Ini Sam-mu memanggil. Jangan pergi ketempat saya tidak bisa mengikuti! Bangun Tuan Frodo! Bangun, Frodo, tuanku sayang, bangunlah...."

Tidak ada jawaban. Tanda-tanda kehidupan malah tidak ditemukan dalam Frodo. Sam terguncang, sedih, dan marah. Tiba-tiba dia teringat pemandangan yang dilihatnya di Mirror of Galadriel: Frodo terbaring dicelah gunung yang kelam. Berarti, itu bukan Frodo tidur seperti sangkaan awalnya, tapi mati....

Sam ga tau musti ngapain lagi. Dia tidak mau meninggalkan Frodo, sementara dia juga tidak mau Quest gagal. Dia harus pergi, tapi bagaimana dengan jasad Frodo? Ditengah kebimbangan itu, dia memutuskan untuk melanjutkan Quest sendirian.

Dibersihkannya badan Frodo dari jaring laba-laba sebisanya. Diambilnya Sting dan diletakkan pedang numenoriannya di samping Frodo. Jaket anti peluru mithril yang diberikan Bilbo dibiarkannya bersama Frodo. tak lupa Phial of Galadriel "dipinjam"nya sebentar dari Frodo karena dia merasa butuh. Terakhir, diambilnya The One Ring....

Sam belum pergi terlalu jauh ketika dia melihat sekelompok Orcs mendekat.  Dia berada di tepi jurang yang langsung menghadap Mount Doom. Sam panik karena Orcs ini akan melewati dia, dan tidak ada tempat bagus buat bersembunyi. Tanpa pikir panjang, dipakainya the One Ring. Sam merasa aneh, pendengarannya menjadi sangat tajam sementara pandangannya suram. Dia bisa mendengarkan banyak hal dari jarak yang sangat jauh, termasuk Shelob yang sedang mengerang kesakitan di sarangnya. Dan satu lagi, dia bisa mengerti semua bahasa yang didengarnya...

Sam yang memang masih bimbang merasa tidak seharusnya meninggalkan Frodo terbaring karena akan segera dijumpai Orcs. Dia berlali balik, namun sayang telat. Di sana dua pasukan Orcs bertemu: 40 prajurit dari Minas Morgul pimpinan Shagrat dan 80 prajurit dari Tower of Cirith Ungol pimpinan Gorbag. (Tentu saja Sam tidak segera tahu identitas mereka, melainkan setelah mendengarkan percakapan-percakapan mereka)

Sam banyak menyerap informasi dan belajar hal-hal baru dari percakapan mereka. (Apa saja? Nah nah... lagi-lagi pertanyaan klasik itu muncul lagi, yang jelas ga mungkin saya ceritakan semua di sini ach! Namun, sebagai gambaran, misalnya) bahwa Shagrat diberi order untuk membiarkan Gollum yang dilepaskan dari Barad-dur. Atau Shagrat menerima pesan bahwa ada dua mata-mata berhasil menyusup masuk celah Cirith Ungol. Gorbag misalnya, dia merasa tidak betah tinggal di Minas Morgul dan berencana membuat operasi sendiri bersama Shagrat.

Shagrat yang pertama kali melihat Frodo. Gorbag mengindentifikasikan dia mati, namun Shagrat yang sudah terbiasa melihat korban Shelon tahu bahwa Frodo hanya pingsan. Hal ini membuat Frodo kaget, stress, merasa bersalah dan bodoh. Shagrat senang bisa menangkap satu penyusup, walau Gorbag melaporkan bahwa satu mata-mata yang lolos ini adalah "the great elf-warrior" dengan senjata elf yang bercahaya dan mengalahkan Shelob. (Secara histori orcs memang ada kaitan dengan elf, dan secara naluri darkness mereka gentar pada elf yang beraliran light). Sam yang mendengar dia lagi digosipin cengar-cengir dan gr (sempat-sempatnya coba, tsk tsk tsk).

Shagrat berencana membawa Frodo ke puncak Tower of Cirith Ungol. Shagrat mau memikulnya sendiri karena tidak percaya pada yang lain. Gorbag lagi-lagi mengingatkan masalah the great elf-warrior yang masih berkeliaran di luar, tapi dilecehkan saja oleh Shagrat.

Sam yang semangatnya makin menjadi-jadi setelah tahu masternya masih hidup, mengikuti mereka. Sam jaga jarak (padahal dia masih ga kelihatan karena makai the One Ring, aneh-aneh aja Sam ini). Ketika rombongan sudah mencapai gerbang, dia persiapkan Sting. Dia masuk dan... dug! Gerbang tertutup. Sam seperti menabrak (atau ditabrak?) sesuatu yang kuat dan akhirnya jatuh pingsan.

Frodo masih hidup, namun ditangkap musuh sementara Sam pingsan di depan gerbang Tower of Cirith Ungol.

Di sini adalah akhir buku 3

Sam enters Mordor alone (T. Nasmith)

Kembali ke buku 3 Kembali ke atas Lanjut ke buku 5

 

hi hi hii

Karena banyak yang penasaran, berikut cuplikan ringkasan buku 6:

.......

Shagrat dan Gorbag sedang mempreteli Frodo di puncak Tower of Cirith Ungol. Shagrat mengambil jaket anti peluru mithril, membuat Gorbag iri hati (karena dia juga pengen). Ditikamnya lengan Shagrat. Shagrat balik mencekik Gorbag sampai sekarat. Dua pasukan orc yang (mungkin) lagi istirahat di bawah jadi ikutan berantem saling bunuh. Hiruk-pikuk perang terdengar. Saling bunuh sehingga menara nyaris kosong.

Shagrat (kayaknya gila) membunuh seorang prajuritnya sendiri yang masih tersisa di menara itu. Satu orang lagi (jenis snaga) disuruh lari ke Barad-dur untuk menyampaikan apa yang terjadi di Tower of Cirith Ungol. Namun menolak karena takut di bawah ada the great elf-warrior dengan senyata menyala. Snaga ini malah lari, lalu dikejar oleh Shagrat.

Saat kejar-kejaran tejadi datang Gorbag yang ternyata belum mati. Shagrat membunuhnya langsung. Kemudian memutuskan untuk pergi sendiri ke Barad-dur. Saat menuruni tangga itu, the great elf-warrior menghadangnya dengan senjata menyala!

.......