THE TWO TOWERS

CHAPTER BUKU 3

301 Departure of Boromir / 302 The Riders of Rohan / 303 The Uruk-hai / 304 Treebeard / 305 The White Rider / 306 The King of the Golden Hall / 307 Helm's Deep / 308 The Road to Isengard / 309 Floatsam and Jetsam / 310 The Voice of Saruman / 311 The Palantir

 

(Klik gambar untuk memperbesar)

 

Death of Boromir (T. Nasmith)

[301] Aragorn terus berlari ke arah Seat of Seeing. Dia membaca jejak Frodo berlari ke sana dan kembali di jalan yang sama dengan tergesa-gesa. Tapi Aragorn belum mengetahui kenapa. Dengan bimbang akhirnya dia sampai di Seat of Seeing, dan mencoba mengarahkan pandangannya. Tapi dia tidak melihat sebanyak yang Frodo lihat.

Tiba-tiba terdengar bunyi terompet Boromir, keras menggema ke seantaro hutan. Aragorn langsung berlari ke arah sumber suara. Dia dapati Boromir duduk bersandar di pohon dengan banyak panah menancap di badannya. Tangannya masih menggenggam pedang yang patah, trompetnya juga terbelah dua. Di sekitarnya ada setidaknya 20 orc terbunuh.

(Berikut dialog singkat Aragorn dan Boromir yang menurut saya mengharukan)

Boromir: "Saya coba ambil the One Ring dari Frodo, seakrang saya sudah membayarnya (dengan bertempur dengan Orcs mencoba menyelematkan Merry dan Pippin)."

Diam. Kata-kata ini disimpan rahasia oleh Aragorn sampai dia mati, dia tahu Boromir adalah seorang pahlawan sejati yang juga lemah terkorupsi oleh the One Ring. (Yang saya ga ngerti Tolkien kenapa sampai tahu ya, kata-kata terakhir Boromir ini? tsk tsk tsk).

Boromir: "Mereka sudah pergi, para Hafling, orcs mengambilnya. Saya pikir mereka tidak mati, orc mengikat mereka."

Boromir menutup matanya menahan sakit.

Boromir: "Selamat jalan Aragorn, pergilah ke Minas Tirith dan selamatkan orang2ku, saya sudah gagal".

Aragorn: "Tidak",

Aragorn raih tangannya dan mencium keningnya.

Aragorn: "Kamu sudah menaklukkan (mereka), sedikit yang bisa mendapatkan kemenangan seperti ini. Damailah, Minas Tirith tidak akan jatuh"

Boromir senyum, matanya masih tertutup.

Aragorn: "Arah mana mereka pergi? Apakah Frodo diantara mereka?"

Tidak ada jawaban, Boromir sudah meninggal....

Boromir's burial (from the movie)

Legolas dan Gimli datang belakangan, mereka juga sempat bertempur dengan orc. Setelah dialog singkat mereka memutuskan untuk memakamkan Boromir dengan "menghanyutkan" jasadnya di sungai Anduin memakai perahu elf. Setelah membereskan semua, Boromirpun di"makam"kan dengan pakaian perangnya.

Saat itulah mereka menyadari perahu mereka kurang satu. Aragorn segera membaca apa yang sudah terjadi, dikaitkan dengan pengakuan Boromir sebelum dia tewas. Menyadari nasib Ring-barier tidak lagi ditangannya, dia memutuskan untuk mengejar orcs yang menangkap Merry dan Pippin. Pakaian perang itu bertanda huruf S (dalam elfish), yang diduga keras singkatan dari Saruman! Ya, mereka para prajurit Saruman, wizard yang mengkhianati white council.

The Hunter (A. Smith)

[302] (Perhatian!!! Ringkasan cerita pengejaran di bawah ini adalah benar-benar ringkas, sama sekali tidak mencerminkan betapa serunya bacaan yang sebenarnya... jadi jangan ambil kesimpulan bab ini ga seru!! Awas lho!)

Pengejaranpun dimulai, dipimpin Aragorn yang memang ahli membaca jejak. Beberapa petunjuk didapat, senjata hobbit yang didapat dari Barrow downs yang dilucuti oleh orcs, jejak kaki orcs dan juga bross elf milih salah satu hobbit yang nampaknya sengaja dilepas untuk memberi tanda. Pasukan orcs terbaca lari melintasi tanah Rohan tanpa berhenti. Aragorn cs tertinggal 36 jam dibelakang. Ada kekuatan jahat yang memberikan kecepatan pada orcs ini.

Mereka berlari juga dengan nyaris tidak beristirahat. Pada hari keempat tak terasa sampai pada sungai Entwash, dari sana sudah terlihat hutan Fangord dan puncak pegunungan Misty. Sampai akhirnya Aragorn dan Legolas menyadari adanya Riders menuju mereka. Status Rohirim masih kabur bagi mereka. Walau dulu Rohan adalah aliansi setia Gondor, tapi semenjak Saruman wizard mereka berkhianat, cerita jadi lain.

Tidak berapa lama 105 riders datang namun tidak melihat the Hunters (karena terlindungi oleh jubah elf dari Lorien), dan Aragorn pun memanggil mereka. Dengan sigap Riders menghentikan kudanya dan berbalik mengepung the Hunters. Pasukan Riders dipimpin oleh Eomer, the Third Marshal of Ridermark. Perkenalan singkat dan pertukaran informasipun terjadi (apa sajakah informasi yang dipertukarkan? Silakan baca dibukunya langsung).

Yang jelas, Eomer mengatakan bahwa pasukannya menghancurkan 1 grup orcs semalam dan tidak menyisakan satupun. Kemungkinan besar grup orcs inilah yang diburu oleh the Hunters. Aragorn meminta Eomer melepaskan mereka (karena hukum Rohan melarang orang asing berkeliaran di tanah Rohan tanpa seijin raja), dan akhirnya Eomer bersedia, malah memberikan mereka 2 kuda.

Riders of Rohan (A. Eismann)

Searching for Merry and Pippin (A. Eisman)

The hunters melanjutkan perjalanan, menuju tempat Riders membumihanguskan pasukan orcs yang sedang beristirahat semalam. Kepulan asap sisa-sisa pembakaran mayat orcs masih terlihat jelas.... Dekat sekali dengan hutan tua Fangord.

Tidak ada yang tersisa, semua hangus. Gimli sudah putus asa dan sedih. Diantara para fellowship sudah terjalin ikatan persaudaraan yang begitu kuat. Mereka memutuskan untuk beristirahat malam itu di sana, dekat hutan Fangord yang oleh Celeborn diwanti-wanti untuk tidak dimasuki.

Malam itu, terjadi kejadian aneh... Ketika mereka sedang asik istirahat, bayangan sosok tua mendekati mereka. Baik Aragorn maupun Legolas tidak bisa melihat dengan jelas siapa itu gerangan. Aragorn menyapa sopan dan mengajak dia bergabung dengan the hunters. Tiba-tiba kuda-kuda mereka lepas....

Gimli menduga itu adalah Saruman, sesuai deskripsi yang diberikan Eomer. Walau Aragorn masih belum bisa memastikan, siapa itu gerangan.

[303] (Bab ini menceritakan bagaimana nasib Merry dan Pippin diculik oleh Orcs. Seperti halnya bab 302, ringkasan ini betul-betul ringkas dan tidak menggambarkan keseruan yang sebenarnya. Rasain! Makanya.. baca baca baca!).

Ceritanya mundur ke belakang, ketika Merry dan Pippin berlari mencari Frodo. Tiba-tiba serombongan besar Orcs datang menghampiri mereka. Merry dan Pippin menghunus pedang dan siap berkelahi, tapi orcs ini kelihatan tidak berniat melawan. Tiba-tiba dari arah samping datang Boromir menyelamatkan mereka. Pertempuran tak seimbang pun terjadi. Boromir memaksa mereka bertempur dan membunuh banyak sekali orcs.

Sebagian orcs lari. Namun kemudian datang pasukan pemanah dan menghujamkan seluruh panah ke arah Boromir. Boromir meniupkan trompetnya tanda meminta bantuan. Sementara pasukan orcs lainnya berdatangan. Merry dan Pippin diculik dan pingsan. Namun mereka masih bisa melihat Boromir masih bertempur sebelum akhirnya terduduk bersandar di pohon.

Merry dan Pippin memang diculik oleh orcs dari Isengard, namun bukan sembarangan orc melainkan Uruk-hai, dipimpin oleh Ugluk. Diantara mereka juga ada orcs dari Misty Mountains dipimpin Grishnakh.

Orcs dari Misty Mountain ini kayaknya yang dilihat Hardir saat Fellowship beristirahat di perbatasan Lorien. Mereka melakukan pengejaran terhadap fellowship untuk membunuh mereka. Ketika mereka bertemu dengan orcs pimpinan Ugluk, perberdebatan sempat terjadi. Orcs Misty Mountains ingin membunuh para Hobbit.

Captured by Uruk-hai (I. Edelfeldt)

Fangorn Forest (A. Lee)

Pippin dan Merry mencurigai bahwa Grishnakh tahu perihal the One Ring (yang mencurigai the One Ring ada di hobbit yang ditangkap Ugluk). Sementara Ugluk tidak begitu peduli dengan hal itu, karena dia cuma ingin menjalankan misi dari tuannya Saruman: menangkap hidup-hidup hafling tanpa kurang satu apapun.

Awalnya Grishnakh mengalah, namun beberapa malam kemudian mereka bertempur. Pada saat mereka bertempur itulah pasukan Eomer datang dan membasmi mereka. Sementara Merry dan Pippin berkat jubah elf dari Lorien dengan licinnya bisa kabur ketika ricuh terjadi. Dan mereka kabur ke ... Fangord Forest.

[304] Mereka terus berlari masuk ke dalam hutan Fangord. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Treebeard. Treebeard awalnya tidak mengenal mereka adalah Hafling, namun Merry dan Pippin bisa meyakinkannya. Treebeard membawa mereka ke Wellinghall, dan mendengarkan kisah cerita mereka. Disanalah Merry dan Pippin meminum Ent-draughts, air minum misterius para Ents, yang membuat Merry dan Pippen menjadi hobbit tertinggi di sejarah Shire nantinya.

Wellinghall (T. Nasmith)

Dalam waktu cepat para Hobbit dan Treebeard menjadi teman akrab. Treebeard sudah mencurigai aktivitas jahat Saruman yang menebang banyak pepohonan di bagian selatan hutan Fangord. Treebeard menghubungi 2 sepuh Ents lainnya: Skinbark dan Leaflock, untuk segera membuat Entmoot, sebuah rapat besar para Ents di hutan Fangord.

Sementara Treebeard rapat, Hobbit ditemani Bregalad, Ents dari Skinbark yang termasuk jenis Ent cepat. Setelah rapat yang berlarut-larut beberapa hari (Ents ini memang makhluk lambat, bicaranya pun lambat) beberapa keputusan dibuat, dan salah satunya menyerang Isengard!

March to Isengard is just about to start!!!!

[305] (Bab ini kelanjutan bab 302). Aragorn menemukan petunjuk baru di tempat pembantaian orcs oleh Riders. Petunjuk bahwa Merry dan Pippin tidak mati tapi melarikan diri ke hutan Fangord saat huru-hara terjadi. The Hunters mau tak mau masuk ke hutan Fangord.

Di dalam hutan the Hunters bertemu sosok tua. Karena curiga itu adalah Saruman, mereka menyerang serempak dengan mendadak. Namun panah Legolas tak bisa menyentuh, kapak Gimli juga terjatuh. Sementara Aragorn tidak bisa memakai pedangnya karena berubah jadi api. Ternyata orang itu adalah Gandalf, yang sekarang bukan lagi grey melainkan Gandalf the White.

Gandalf returns (Greg and Tim Hildebrandt)

Pertemuan tak terduga sekaligus memberikan harapan baru. Gandalf cukup banyak mengetahui perihal yang terjadi dengan sisa Fellowship, karena diberi tahu Gwaihir the Windlord. Elang ini sempat dilihat Legolas ketika melakukan pengejaran orcs. Gandalf gembira mengetahui bahwa Sam menemani Frodo ke Mordor.

Dikisahkan juga, setelah jatuh di jembatan Khazad-dum, Gandalf mengejar Balrog yang lari di lorong-lorong bawah tanah Moria. Pengejaran sampai berlanjut pada Endless Stair. Di Zirakzigil Gandalf membunuh Balrog, sementara dia sendiri akhirnya ikutan mati. Dia dikirim kembali ke Middle-earth karena tugasnya belum selesai. Gwaihir lah yang membawanya dari Zirakzigil ke Lorien dan bertemu Galadriel.

Gandalf juga memberi tahu bahwa Merry dan Pippin bertemu dengan Treebeard, dan mereka aman ditangan Ents. Gandalf juga merasakan bahwa Ents of Fangord sedang merencanakan sesuatu yang dahsyat, walau dia tidak tau gerangan apa itu.

Searching in Fangord (A. Lee)

Gandalf sadar nasib Ring-barier sudah lepas dari pertolongannya. Gandalf membaca permainan Sauron dan Saruman. (Berikut adalah kisah Gandalf yang penting rasanya saya sajikan.)

Sauron sudah tahu perihal 9 walkers, dia juga tahu bahwa the One Ring ada ditangan hobbit walau tidak tahu yang mana. Tapi Sauron dalam kekhawatiran, dia masih belum bisa membaca rencana Gandalf dengan 9 walkersnya. Sauron berpikir dia harus menyerang secepat mungkin ke Gondor. Sekali serang, tapi harus efektif. Untuk itu dia mempersiapkan armadanya untuk bergerak perang, ketimbang memperkuat benteng Mordor. Hal ini memberi harapan pada Gandalf bahwa Frodo dan Sam bisa menyusup masuk ke Mordor.

Sementara itu Saruman sedang membangun kekuatan baru untuk menyanding kekuatan Mordor. Dia mencoba berteman dengan Mordor, walau diam-diam dia juga bermaksud mencari dan mendapatkan the One Ring untuk dirinya sendiri. Sauron sudah beberapa kali gagal mendapatkan the One Ring dari Fellowship. Terakhir kali ketika utusan Mordor gagal mengambil dari utusan Isengard sebelum dibantai oleh Riders. Sekarang Sauron mulai mengkhawatiri Isengard, sebagaimana dia khawatir dengan Minas Tirith.

Jarak jauh antara Mordor dan Isengard membuat masing-masing harus menaklukkan tetangganya dulu. Sauron dari Minas Morgul menghantui Minas Tirith, sementara Saruman dari Orthanc menghantui Rohan. (Menurut saya, itulah The Two Towers: Minas Morgul dan Orthanc). Kondisi ini semakin memperburuk posisi Gondor maupun Rohan, mereka tidak bisa saling membantu karena sibuk dengan urusan sendiri-sendiri.

Isengard tidak akan pernah bisa melawan Mordor, kecuali Saruman memiliki the One Ring. Karena ketidaksabarannya menunggu pengikutnya membawa tahanan yang dipikirnya membawa the One Ring, maka diapun memata-matai utusannya. Sayang dia datang telat, semua sudah dibantai oleh Riders. (Orang tua yang dilihat the Hunters malam itu adalah Saruman yang mengecek utusannya). Dia tidak mendapatkan info apakah utusannya membawa Hobbits atau tidak.

Saruman tidak tahu cekcok yang terjadi antara orcs Isengard dengan orcs Mordor. Dia juga tidak tahu bahwa Sauron juga mengirim satu orang Nazgul untuk memata-matai perjalanan the Fellowship. Nazgul ini mengendarai semacam burung raksasa (winged creatures). Winged messanger inilah yang dipanah jatuh oleh Legolas di Sern Gebir. (Tunggangannya mati, tapi tidak nazgulnya). Jadi Saruman belum tahu bahwa Sauron sudah waspada banget pada Isengard.

Pikiran Saruman hanya pada the One Ring dan kekhawatiran kalau Rohan bangkit. Untuk itu dia memperkuat armadanya, dengan barak yang sudah dibuatnya di Isengard, siap untuk menyerang Rohan.

Rencana Gandalf adalah merusak terus konsentrasi Sauron dengan menyerang perbatasan Mordor, dan dimulai dari arah Barat. Perang pertama yang paling dekat harus terjadi adalah Saruman dengan Rohan. Untuk itu dia harus ke Rohan membangunkan Rohirim yang sedang tertidur.

Begitulah, setelah usai berganti informasi mereka sepakat mengikuti Gandalf yang akan menuju Edoras menemui King Theoden. Merekapun berjalan ke arah selatan untuk keluar dari hutan Fangord.

Di tepi hutan, Gandalf bersiul nyaring dan panjang. Kemudian datanglah 3 ekor kuda, 2 diantaranya adalah kuda pinjaman Eomer pada Aragorn dan satu lagi adalah Shadowfax. Shadowfax sudah menemani Gandalf semenjak dia lolos dari penjara Orthanc, Shadowfax lah yang mengantarkan Gandalf dari Rohan ke Hobbiton (di buku Fellowship of the Ring).

On the way to Edoras (A. Eismann)

Legolas baru sadar bahwa kuda mereka semalam lepas bukan karena lari, melainkan bertemu dengan tuannya Shadowfax, the lord of horse. Kali ini Gimli duduk bersama Gandalf. Mereka melaju cepat...

Beberapa jam saja mereka sudah bisa melihat Gap of Rohan di sebelah barat, dan kepulan asap dari barak Isengard.

Edoras (A. Lee)

Golden Hall (J. Wyatt)

[306] Singkat cerita mereka sampai di Edoras. Sayang sekali mereka tidak disambut ramah di Golden Hall. Ada keganjilan di sana. Hama meminta mereka mencopot senjata mereka. Dengan kebijakan Gandalf mereka meladeni permintaan Hama. Hama sebenarnya prajurit yang baik, dia hanya melaksanakan tihtah rajanya, dia berjanji akan menjaga semua senjata pusaka itu aman.

Mereka pun masuk ke Golden Hall akhirnya. Kedatangan mereka langsung disambut marah oleh King Theoden, menyinggung Gandalf memakai Shadowfax tanpa sepengetahuannya. Situasi makin diperburuk oleh hasutan penasehat raja Grima Wormtongue yang menganjurkan Theoden untuk tidak perlu mendengarkan Gandalf.

Gandalf segera tahu bahwa Theoden dalam pengaruh racun Grima. Tidak kesulitan bagi Gandalf mengobati Theoden, sehingga Theoden pulih kesadarannya.

Terungkap bahwa Grima punya perjanjian dengan Saruman, bahwa dia akan menjadi Raja Rohan dan suami dari Eowyn daugther of Edmound kalau Saruman berhasil mengalahkan Rohan.

Theoden sembuh, dan saat itulah pertemuan pertama Aragorn dengan Eowyn. Eowyn sendiri nampak terkagum dengan Aragorn, dia merasakan sendiri kekuatan dahsyat Aragorn. (Kayaknya inilah cinta pertama Eowyn setelah dia secara tidak langsung tersembuhkan juga dari racun Grima - o iya! Dia juga bisa dibilang terkena racun juga lhoo, makanya baca bukunya dong!).

Gandalf menyuruh Theoden membebaskan Eomer yang ditahan karena melawan perintah Theoden (saat dia masih diracun). Kemudian menangkap Grima yang memegang Herugrim, pedang pusaka Theoden. Atas nasehat Gandalf, Grima dibiarkan lepas, dan dia pun pergi ke arah Isengard.

Theoden segera mempelajari bahwa Theodred tewas dalam mempertahankan Fords of Isen, perang pertama terbuka antara Saruman dan Rohirim. Atas saran Gandalf, Theoden segera mengumpulkan armada perangnya. Dia sendiri akan langsung mempin pasukan melawan Saruman di medan pertempuran.

Rohirim bersiap ke Fords of Isen. Sebelum berangkat, King Theoden mengumumkan Eomer sebagai ahli warisnya dan (atas saran Hama) Eowyn sebagai pengganti dia di Edoras selama mereka perang. Theoden memberikan pedang dan baju perang pada Eowyn.

Gandalf cures Theoden (L. Michelucci)

Eowyn before the down of Meduseld (M. Kaluta)

[307] Rombongan besar pasukan perang Rohan pun berangkat menuju Fords of Isen. Di hari kedua perjalanan mereka dihadang oleh Ceorl untuk memperingati Eomer segera balik ke Edoras. Pasukan Erkenbrand gagal mempertahankan Fords of Isen dalam serangan kedua pasukan Saruman. Ceorl kaget dan muncul harapan baru karena pasukan itu langsung dipimpin oleh King Theoden sendiri.

Gandalf lantas menyuruh King Theoden untuk langsung pergi ke Helm's Deep ketimbang ke Fords of Isen. Sementara Gandalf dan Shadowfax pergi meninggalkan rombongan untuk "mengurus sesuatu". Gandalf meminta Aragorn untuk mempertahankan Hornburg mati-matian dan menunggunya di Gerbang Helm's Deep.

King Theoden merubah arah perjalanan, menuju Helm's Deep dimana kastil tangguh Hornburg berada. Mereka sampai tepat pada waktunya. Disana mereka disambut Gamling. Taktik dan strategi segera dibahas. Musuh sudah dekat, mereka adalah Uruk-hai dan Dunlendings (Men dari tanah Dunland yang menjadi musuh lama Rohirim, sekarang bergabung dengan Saruman untuk balas dendam atas kekalahan nenek moyang mereka terhadap Rohirim).

Tidak perlu lama menunggu, dalam 1 hari pasukan Saruman datang. Terdiri dari Dunlading, Wolf-riders, Orcs, Uruk-hai, campuran Orcs-Men, Manusia ke-orc2an, orc-ke-Uruk-hai2an, dan makhluk-makhluk kawin silang hasil eksperimen Saruman. Totalnya ada 10000 orang. Battle of Hornburg dimulai. Gimli dan Legolas yang semakin akrab bermain angka siapa yang paling banyak membunuh musuh. Namun, Rohirim dengan keterbatasan pasukan gagal mempertahankan Helm's Dike. Benteng raksasa dan tinggi itu jebol pada satu sisi ujung, walau kecil tapi sudah cukup bagi Orcs untuk menyusup masuk. Rohirim berlarian ke Hornburg dan ke goa-goa Agarlond. The Hunters pun bercerai-berai.

Kepanikan melanda, (namun singkat cerita - kalau pengen detil ya baca buku dong! cerewet ich!) Theoden sendiri memutuskan keluar dari benteng dan berperang di garis depan. Eomer dan Aragorn mendampinginya. Pagi harinya, horn of Helm berbunyi. King Theoden, Aragorn, Eomer, diikuti Legolas dan Gimli, serta pasukan khusus Riders keluar dari benteng Hornburg menyongsong ribuan Uruk-hai dan Dunlendings.

Tak berapa lama, dari arah timur datang bala bantuan yang sangat diharapkan. Berdiri di sana Gandalf dan Erkenbrand Lord of the Westfold bersama ribuan pasukan Rohirim yang masih sempat dikumpulkan. Tidak hanya itu, Gandalf juga membawa makhluk misterius: Huorns!!! (pepohonan di bawah kendali Treebeard, bisa dikatakan divisi Ents bwerwujud pohon yang bisa berjalan).

Battle of Hornburg (A. Lee)

!

INFO

Sejarah Helm's Deep

 

Helm's Deep adalah lembah besar (deeping-coomb) di bagian utara ujung pegunungan White, dekat dengan Isengard, yang dipakai oleh Rohirim sebagai tempat pengungsian. Di bagian utara Helm's Deep ada kastil besar dan kuat: Hornburg. Disanalah pusat pemerintahan dan pertahanan Helm's Deep. Sebagai dinding pertahanan: batu cadas alami dari White mountains, dan Helm's Dike! Helm's Dike adalah dinding panjang yang melindungi Deeping-coomb, terbuat dari batu-batu cadas yang dipahat oleh orang-orang lama Gondor.

Nama Helm sendiri diambil dari raja ke-9 Rohan: Helm Hammerhand. Dia adalah raja yang memiliki pukulan dahsyat, makanya disebut Hammerhand. Disebutkan dia ga akan bisa dilukai oleh senjata apapun kalau dia berperang tidak membawa senjata.

Pada jaman dia, seorang tuan tanah bernama Freca mengklem dirinya adalah turunan Raja Rohirim juga. Freca membangun pasukan sendiri dan mulai mengusik perhatian Helm, walau demikian Helm memberinya jabatan sebagai dewan kerajaan. Freca membawa pasukan cukup besar ke Edoras untuk meminta anak Helm nikah dengan putri Helm. Freca mati dibunuh oleh pukulan maut Helm, namun anaknya, Wulf, dibiarkan lolos. Wulf mengumpulkan kekuatan orang-orang Dunland dan menyerang Edoras. Helm menderita kekalahan dan Rohan pun dijajah oleh Dunlendings dibawah komando Wulf. Helm dan pengikutnya mengungsi ke Hornburg.

Setelah itu datang musim salju yang buruk dan panjang. Baik Rohirim maupun Dunlendings menderita karenanya. Helm sering keluar sendiri dari Hornburg dan membunuh dunlendings. Setiap kemunculannya ditandai dengan bunyi trompet dari Hornburg (horn of helm). Ini menjadi terror bagi Wulf dan pengikutnya. Helm sendiri mati beku ketika sedang mencari mangsa.

Helm digantikan oleh kemenakannya, Frealaf (yang menjadi kakek buyut Theoden), dan dengan bantuan Gondor berhasil mengalahkan Wulf dan merebut kembali Edoras.

Orthanc (A. Lee)

[308] Begitulah, kemenangan langsung berpindah dari tangan Saruman ke Rohirim. Pasukan Uruk-hai yang kabur dilumat oleh Ents. Dunlendings menyerah, dan King Theoden memberikan mereka ampunan. Tapi tak lupa sebelum pulang kampung, Erkenbrand menyuruh nyapu-nyapu Helm's Deep dulu yang kotor karena pertempuran.

Sementara Uruk-hai, Orcs, dan Dunlendings mengepung Deep's Helm, Isengard nyaris kosong. Saat itu, Ents di bawah komando Treebeard berdatangan dan memporakporandakan barak-barak dan industri-industri senjata di dalam Isengard. Tidak hanya itu, Ents juga melepaskan bendungan sungai Isen yang membuat Isengard menjadi danau.

Gandalf, The Hunters, King Theoden, Eomer, dan pasukan kecil sehabis perang berangkat ke Isengard. Di sana disambut  Merry dan Pippin yang sedang ditugasi Treebeard menjaga pintu gerbang utama Isengard sambil merokok dan makan-makan (duh, jadi lapar abis ngetik ini). Merry dan Pippin sangat terkesan dengan keramahan King Theoden, mereka diundang khusus untuk duduk dekat raja di Medusald nantinya.

Floatsam and Jetsam (A. Eismann)

[309] Sementara Gandalf dan Rohirim terus masuk untuk menemui Treebeard, the Hunters reuinian dengan hobbits. Saling bertukar cerita dan informasi tentang kisah masing-masing, melepas rindu, dan makan-makanlah mereka.

Hobbits juga menceritakan bahwa Grima barusan juga datang ke Isengard dan Treebeard mengirimnya ke Orthanc. Dan juga bahwa mereka sudah bertemu Gandalf beberapa hari yang lalu, sayangnya mereka tidak sempat bercakap-cakap banyak karena Gandalf ada urusan penting dengan Treebeard (yang nantinya diketahui Gandalf "meminjam" para Huorns pada Treebeard untuk dibawa ke Battle of Hornburg).

Will you not come down? (H. Hudson)

[310] Kemudian Fellowship melihat Gandalf dan Theoden berjalan ke arah menara Orthanc. Mereka menghampiri rombongan, yang ternyara baru saja bertemu dan berbicara dengan Treebeard. Sekarang mereka menuju Orthanc menemui Saruman.

Saruman tidak mau turun, dia malah mencoba mempengarui rombongan dengan kekuatan magic suaranya. Theoden hampir saja terpengaruh, tapi tidak. Gandalf memberi order pada Saruman untuk keluar dari Orthanc, dan dia dikeluarkan dari Order of Wizards. Gandalf juga memberikan jaminan bebas pada Saruman. Namun Saruman menolak, dia bersikeras untuk tetap tinggal. Gandalf mematahkan tongkat Saruman dari jauh. Saruman lari ke atas.

Pada saat itu tiba-tiba dari arah atas jatuh sebuah bola hitam, hampir mengenai Gandalf. Pippin berlari mengejar bola itu. Dicurigai Grima lah yang melempar dari atas karena marah. Gandalf mengambil batu itu dari tangan Pippin, karena tidak sembarangan orang memakai batu itu.

Gandalf meminta tolong Treebeard untuk mengawasi Saruman dan Orthanc.

[311] Rombongan segera berangkat menuju Edoras. Mereka istirahat di sekitar Dol Baran, di tepi sungai Isen. Malam itu, Pippin yang masih penasaran dengan batu yang dilempar Grimmi, mencuri batu itu dari Gandalf yang lagi tertidur dan melihatnya lebih teliti.

Sial bagi Pippin, dia tidak seharusnya melakukan itu. Ketika memegang batu itu, dia merasakan kekuatan dahsyat. Tiba-tiba dia melihat kegelapan, lalu seperti ada menara nun jauh disana. Ada 9 "kelelawar" (sebenarnya ini adalah Nazguls) terbang mengitari menara tersebut. Lalu seseorang dari dalam menara (tak lain adalah Sauron) menghampirinya.

Sauron: "Jadi, kamu sudah kembali? Kenapa kamu menolak melaporkan kejadian begitu lamanya?"

Pippin: diam aja, ketakutan...

Sauron: mulai sadar ini bukan Saruman, "Siapa kamu?"

Pippin: masih diam, tapi ada kekuatan memaksanya untuk menjawab "Hobbit"

Sauron: "Huahahaa..., tunggulah, kita akan bertemu lagi dalam waktu yang cepat. Katakan pada Saruman bahwa kamu adalah bukan untuknya. Saya akan mengirim sesuatu ke sana. Kamu mengerti? Katakan seperti itu (pada Saruman)

Gandalf akhirnya datang menolong Pippin yang selama proses dialog berlangsung terlihat kesakitan dan berjuang untuk bertahan hidup. Pippin menceritakan semuanya pada Gandalf. Gandalf mengerti, bahwa Sauron akan mengirim Nazgul ke Orthanc untuk mengambil Pippin, dan membawa ke Barad-dur (istana Sauron di Mordor) untuk ditanyai macem-macem.

Aragorn yakin, bahwa batu itu adalah Palintir, the far-seeing stone. Batu itu dipakai untuk berkomunikasi jarak jauh dengan pemakai batu lain. Dan salah satu batu itu ada di tangan Sauron. Gandalf kaget dan menyadari bahwa selama ini Saruman memakai palintir mempelajari kekuatan the Enemy, sampai akhirnya Sauron merusak otak Saruman.

the Roving Eye (D. Giancola)

!

INFO

The Palintir

 

The Palintir atau The Stones of Seeings, sebuah bola kristal yang memungkinkan pemakainya melihat kejadian-kejadian dan berkomunikasi dengan pemakai yang lainnya dalam jarak yang tak terbatas. Dibuat oleh Noldor (hayo.. apa itu Noldor? liat lagi di sini), diperkirakan ditempa sendiri oleh Feanor son of Finwe.

Batu itu ada 7, dan diberikan pada Elendil (founder of Arnor dan Gondor) saat masih di Numenor. Ketika pulau Elendir menyelamatkan diri dari penenggalaman Numenor, batu itu ikut bersamanya. Oleh Elendil ke-7 batu itu disebar: Minas Anor (kemudian ganti nama menjadi minas Tirith), Minas Ithil (kemudian diganti namanya oleh Nazgul menjadi Minas Morgul), Orthanc, Osgilliath (ibu kota Gondor sebelum Minas Anor), Annuminas (ibu kota Arnor, di dekat danai Nenuial), Amon Sul (di Weathertop hill, tempat Frodo diserang 5 Nazgul), dan di Tower Hill (dekat Gray Haven). Master batu itu ada di Osgilliath, sebelum kota indah ini hancur karena perang tak berkesudahan dengan Nazgul.

Ketika Arnor jatuh, tidak ada yang tahu nasib batu-batu tersebut. Yang jelas, 2 batu masih jelas keberadaannya: Minas Tirith dan Orthanc. Sementara 1 batu diambil oleh Sauron dari Minas Ithil dan merubahnya untuk keperluan jahat.

Batu itu disebutkan hanya berhak dipakai oleh keturunan Elendil, dengan kata lain raja-raja syah Arnor dan Gondor. Bahkan Gandalfpun, walau punya keinginan memakai batu tersebut untuk mempelajari banyak hal tentang sejarah Middle-earth, tak berani memakainya.

Begitu tahu itu adalah Palintir, Gandalf dengan segala hormatnya memberikan batu itu pada Aragorn, the last heir of Isildur.

Rencana baru dibuat. Nazgul sedang menuju mereka untuk mengambil Pippin. Gandalf akan membawa Pippin ke Minas Tirith untuk dilindungi di sana. Sementara sisa Fellowship bersama rombongan menuju Helm's Deep. King Theoden, Eomer, dan 10 Riders menyusul keesokan paginya.

Di sini adalah akhir buku 3

 

Gandalf and Pippin on Shadowfax (L. Michelucci)

Kembali ke buku 2 Kembali ke atas Lanjut ke buku 4