FELLOWSHIP OF THE RINGS

CHAPTER BUKU 2

Many Meetings / The Council of Elrond / The Ring Goes South / A Journey in the Dark / The Bridge of Khazad-dum / Lothlorien / The Mirror of Galadriel / Farewel to Lorien / The Great River / The Breaking of the Fellowship

 

(Klik gambar untuk memperbesar)

 

Frodo recovers in Rivendell (C. Phonix)

 

[201] Frodo mendapatkan dirinya terbaring di tempat tidur. Di sana ada Gandalf. Dari Gandalf dia mengetahui bahwa banjir yang menyerang Nazguls adalah buatan Elrond. Kemudian para elves membawa Frodo ke Rivendell, di sana Elrond mengobati luka Frodo. Luka itu sudah bertaut, tapi tidak benar-benar sembuh sempurna.

Rivendell (T. Nasmith) --->

Di Rivendell Frodo bertemu dengan 3 rekannya, juga Strider. Elrond menyelenggarakan pesta keselamatan buat Frodo dan teman-temannya. Di sana Frodo bertemu Arwen Evenstar, Gloin son of Groin (1 dari 13 dwarves yang ikut dalam Quest to Erebor bersama Bilbo dan Gandalf dalam The Hobbits), juga Elrong the Master of Rivendell. Dari Gloin Frodo mendengar banyak kisah tentang nasib Dwarves di Erebor dan Moria pasca The Battle of 5 armies. (baca The Hobbits)

Dan secara mengejutkan Frodo berjumpa kembali dengan Bilbo. Bilbo sempat memaksa Frodo meminta kembali the One Ring, namun akhirnya Bilbo menyadari cincin itu telah merusaknya.

[202] Elrond, tuan rumah, segera mengadakan sebuah pertemuan (The Council of Elrond). Hadir di sana Boromir yang datang beberapa jam setelah Frodo sampai di Rivendell, Gloin dan anaknya Gimli, Elrond dan Glorfindel serta beberapa elves dari rumah Elrond, Galdor elf dari Gray Haven, Legolas Greenleaf, Strider, Gandalf, Frodo dan Bilbo.

<-- Council of Elrond (From the Movie)

Mengalir banyak cerita dalam Council itu. Dimulai dari cerita Gloin tentang kedatangan messanger dari Mordor ke Erebor dan Dale untuk menawarkan persabahatan dan mencari informasi tentang Hobbits (dan juga The Ring). Kemudian bagaimana Balin (termasuk dwarves dalam Quest of Erebor) mencoba mengklem balik Moria yang sudah menjadi kota mati semenjak Sauron menghancurkan Eregion. Gimli juga mengungkapkan bahwa Sauron sudah mengetahui The One Ring berada ditangan Bilbo Baggins, the Hobbit in the Shire.

Dilanjutkan dengan cerita Elrond mengenai sejarah The Rings of Power, the war of the Last Allience Men and Elves yang dipimpin Gil-Galad (The High King of Nordor) dan Elendil (Founder of Gondor and Arnor). Saat itu atas Isildur son of Elendil punya kesempatan untuk menghancurkan The One Ring, tapi Isildur menyimpannya sendiri. Kemudian Elrond bercerita tentang kejatuhan kerajaan Arnor, dan bagaimana Gondor kehilangan Raja sehingga pemerintahan dipegang oleh Steward.

Kisah dilanjutkan oleh Boromir, yang bercerita alasan utama dia datang ke Rivendell dalam rangka membuktikan legenda the-sword-that-was-broken dan Isildur's bane. Dan Strider pun menjawab pencarian Boromir dengan mengeluarkan Anduril, The Flame of the West, pedang yang patah yang sudah disambung lagi.

Saat itulah Elrond membuka jati diri sebenarnya Strider. Strider adalah Aragorn Elesar son of Arathorn, Isildur's heir dari garis keturunan langsung, pewaris sah tahta kerajaan Gondor dan Arnor. Aragorn adalah salah satu Ranger, dan sekarang menjadi Chieftain of the Dunedain (orang-orang yang berasal dari pulau Numenor, pengikut Elendil) in the North.

Kemudian sebagai jawaban atas pencarian Boromir kedua, Gandalf menyuruh Frodo untuk mengeluarkan The One Ring. Semua mata tertuju pada Frodo dan The One Ring yang melegenda itu. Gandalf menceritakan perihal bukti-bukti bahwa cincin yang dibawa Frodo adalah The One Ring, dan sejarah The One Ring setelah Isildur tewas dibunuh Orcs.

The Sword-that-was-Broken is being forged in Rivendell

Gandalf escapes from Orthanc (Howe)

Atas pertanyaan Galdor, Gandalf mengungkapkan bahwa Saruman (the head of white council) bukan lagi teman. Gandalf menceritakan penangkapannya di Orthanc karena menolak kerja sama dengan Saruman untuk bersama-sama Sauron menguasai Middle-earth. Gandalf akhirnya diselamatkan Gwaihir (the lord of the Eagles) yang dikirim Radagast the Brown (1 dari 5 Wizard yang dikirim ke Middle-earth).

Gandalf kemudian terbang ke Edoras, ibu kota Rohan. Di sana Gandalf mengetahui bahwa Theoden The Lord of the Mark (Raja besar Rohan yang sedang berkuasa) sudah berubah dan tidak lagi bersahabat dengan Gandalf. Dari sana Gandalf lantas berteman dengan Shadowfax, Master of the Horse, yang membawanya dari Edoras ke Hobbit untuk menemui Frodo, namun dia telat.

Gandalf juga bercerita perjalanannya dari Bree ke Rivendell dimana dia diserang oleh Nazgul di  Weathertop.

Kisah dilanjutkan oleh Legolas menyambung cerita Aragorn dan Gandalf yang menangkap Gollum dan menyerahkannya ke Wood-elf di Mirkwood. Legolas mengisahkan bahwa Gollum lolos ketika terjadi penyerangan oleh orcs ke Mirkwood.

Elrond melanjutkan rapat untuk memutuskan langkah selanjutnya. Boromir mengusulkan untuk memakai The One Ring melawan Sauron. Namun Elrond menolak karena yang memakai The One Ring akan menjadi jahat, karena The One Ring sendiri adalah kekuatan jahat. The One Ring hanya bisa dipakai oleh 1 orang, yaitu Sauron sendiri. Dia melanjutkan, bahwa satu-satunya kemungkinan menyelamatkan Middle-earth dari genggaman Sauron adalah menghancurkan cincin itu. Dan untuk menghancurkan cincin itu adalah dengan meleburnya ditempat dia dibuat, di Mount Doom, gunung berapi di tanah hitam Mordor. Rencana ini adalah hal yang paling tidak terpikirkan oleh Sauron sebagai Master of the Rings. Walau Boromir bersikeras untuk memakai The One Ring, namun semua lebih mendengarkan Elrond. (Walau sebenarnya itu adalah saran Gandalf, Elrond sebagai ketua council yang mendeklarasikan keputusan).

Diawali oleh Bilbo yang secara sukarela maju untuk membawa The One Ring ke Mordor, alasannya dialah yang memulai (menemukan The One Ring) maka dialah yang harus mengakhiri. Namun Elrond menolak karena dia bukan lagi the Ring-barier.

"... namun siapakah yang akan ke Mordor untuk melebur cincin itu?" tanya Bilbo yang disambut oleh diam. Adalah  Frodo (yang saat itu berstatus ring-barier) maju suka rela  untuk menghancurkan The One Ring ke Mordor. Sam yang tidak diundang dalam pertemuan tiba-tiba nongol dan tanpa basa-basi bergabung dengan Frodo. Elrond mengabulkannya.

Rapat ditutup karena hari sudah malam.... (hehe, ini ga ada di buku, kesimpulan saya aja hihi)

[203] Ternyata Merry dan Pippin ngambek karena tahu Sam dibolehkan pergi menjalankan quest, yang oleh mereka dianggap sebagai penghormatan. Merry dan Pippin protes ke Gandalf. Berikut saya petik percakapan yang saya senangi (imut dech, karena baik Sam, Pippin, dan Merry ga tau tentang bahaya Quest itu. Yang dalam tanda kurung adalah komentar dari saya saja).

Pippin: "Ini ga adil, ketimbang ngebuang atau menepuk dadanya, Elrond malah ngasih dia (Sam) hadiah karena (ketembeman) pipinya"

Frodo: "hadiah?? Aku ga bisa bayangin hukuman lebih berat (dari pada Quest ini). Kamu ga tau apa yang lagi kamu bicarakan: pergi menjalankan tugas yang ga tau ujungnya ini adalah hadiah? Kemarin saya merasa sudah selesai menjalankan misi dan bisa istirahat di sini dalam jangka waktu lama"

Merry: "Saya tau, dan saya harap kamu bisa. Tapi kita lagi cemburu ke Sam, bukan ke kamu (Frodo). Jika kamu harus pergi, maka akan menjadi hukuman bagi kami kalau kami ditinggalkan, meskipun di Rivendell. Kita sudah berjalan sejauh ini dengan segala penderitaan bersamamu."

Pippin: (haha, ini yang paling lucu) " Itulah yang saya maksudkan.... Kita para Hobbits harus bersatu teguh, dan kita akan (bersatu teguh). Saya harus pergi, kecuali mereka merantai dan menggantung saya. Haruslah ada seorang yang pintar dalam geng untuk menjalankan misi itu"

Gandalf: "Kalau begitu (harus ada yang pintar) sudah pasti kamu gak bakalan ikut, Peregrin Took (nama asli Pippin)" (hahaha!)

Singkat cerita, Gandalf memutuskan untuk bergabung dengan Frodo. Dua bulan kemudian Elrond lalu memberi tempat Aragorn dan Boromir sebagai wakil Men, Legolas sebagai wakil Elf, Gimli sebagai wakil dwarves. Dan setelah dengan segala perjuangan berat meyakinkan Gandalf dan Elrond, Merry dan Pippin mengisi dua tempat terakhir.

The Fellowship of the Ring dibentuk: Nine Walkers versus Nine Black Riders, dengan tujuan utama:  menghancurkan The One Ring ke Mount Doom di tanah hitam Mordor.

Bilbo memberikan Frodo bekal berupa pedang Sting yang dia dapat dari petualangan Quest of Erebornya (The Hobbits) dan baju besi dari mithril hadiah dari Thorin King of Erebor. Sting adalah pedang yang dibuat elf jaman dahulu yang memiliki keistimewaan bersinar kalau ada orcs disekitarnya. Sementara baju besi dari Thorin adalah baju besi termahal dan terbaik yang pernah dibuat oleh Dwarves. Harganya lebih mahal walau seluruh the Shire dijual. Namun Bilbo tidak tahu hal tesebut.

The Fellowship of the Ring (Greg and Tim Hildebrandt)

Nine walker leaves Rivendell (Howe)

Masing-masing member FotR dibekali senjata masing-masing. Frodo dengan Sting dan baju besinya, Gandalf dengan pedang Glamdring (pedang sakti buatan Elf), Aragorn dengan Flame of West-nya, Boromir dengan pedang khas Gondor dan sebuah trompet perang dari gading, Legolas berbekal busur dan pisau elf, Gimli dengan kapak dan pisau, sementara 3 hobbit lainnya masih membawa pedang pusaka yang didapat dari Burrow-downs. Sam masih membawa Bill, ponny yang mereka beli dari Bill Ferny di Bree, dan mereka sudah menjadi sahabat.

Nine Walkers berangkat dari Rivendell, perjalanan harus tidak diketahui musuh. Untuk itu mereka memilih jalan di kaki Misty Mountaint. Tujuan pertama sesuai saran Aragorn adalah ke Redhorn, salah satu gunung di jajaran pegunungan Misty yang memiliki jalan tembus untuk sampai ke sisi lain pegunungan. Gandalf menjadi pemimpin rombongan.

Boromir semula tidak sepakat, karena menurutnya lebih baik memilih jalur biasa lewat Gap of Rohan. Namun Gandalf menyarangkan tidak, karena Rohirim sekarang tidak jelas posisinya semenjak Saruman jelas-jelas berkhianat (Saruman adalah penasehat utama Rohan).

Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan rombongan burung hitam yang mereka curigai sebagai mata-mata Enemy. Kemudian ujian dilanjutkan dengan Redhorn yang tidak bersahabat dengan mereka. Badai, salju, dingin yang menusuk tulang... Walau mereka terus bertahan dan mencoba terus mencapai jalan tembus tersebut, tapi salju tebal membuat mereka tidak bisa bergerak banyak.

Gandalf memberikan alternatif lain, jalan yang dari awal Aragorn keberatan kecuali tidak ada pilihan lain. Jalan itu adalah Moria, goa-goa di bawah Misty Mountain yang dulunya menjadi kerajaan terbesar Dwarves sebelum Sauron menghancurkan tetangganya elf di Eregion. Moria memiliki dua pintu utama, timur (menghadap hutan Lorien dan Mirkwood) dan barat menghadap Eregion. Pintu Barat inilah yang ditutup Dwarves untuk menghalangi pasukan Sauron masuk. Ada satu lagi pintu, lebih tepatnya jendela pengintai. Letaknya di salah satu puncak Misty Mountain, tapi tentu tidak mungkin dicari.

Redhorn atau Caradhas (A. Lee)

Moria's West Gate (Nasmith)

 

Klik di sini untuk melihat Moria Gate versi Tolkien

[204] Aragorn menyepakati saran Gandalf pada akhirnya. Mereka memutar haluan untuk mencari Pintu Barat Moria. Mereka sempat diserang gerombolan srigala dimana Boromir menunjukkan kebolehan berperangnya. Setelah mencari sekian lama dan dibantu sinar bulan, akhirnya mereka menemukan pintu barat tersebut.

Pintu itu dirancang dengan mekanisme tertentu sehingga tidak akan mungkin dibuka dari luar kecuali dengan menyebutkan kata sandi yang tepat. Di pintu itu tertulis dalam elvish "The Doors of Durin, Lord of Moria. Speak, friend, and enter". Gandalf butuh waktu lama berpikir lama sebelum akhirnya menemukan kata sandi "mellon" (elvish) yang berarti friend dalam common spech.

Sam harus merelakan Bill pergi, karena tidak mungkin lagi membawanya kedalam terowongan yang berjenjang dan gelap gulita.

Di pintu masuk inilah, mereka diserang monster penjaga pintu. Monster berbentuk gurita ini terbangun karena ulah Boromir yang melempar batu ke danau yang berada didepan pintu selagi Gandalf berpikir mencari kata sandi. Monster ini menangkap Frodo, tapi Sam berhasil menolong masternya. Monster ini menghancurkan pintu masuk, FotR mau tak mau harus meneruskan perjalan melewat Moria yang sudah menjadi kuburan.

Dikisahkan bahwa Balin (yang masih merupakan moyang Gimli) mencoba untuk membangun kembali Moria setelah kepulangannya dari Quest of Erebor. Namun mereka menggali terlalu dalam, sehingga membangkitkan kekuatan sangat jahat yang selama ini tertidur di bawah perut bumi Misty Mountain. Kekuatan ini - yang selanjutnya Gandalf ketahui adalah Balrog (Maiar, yang menjadi pelayan Menkor the first Dark Lord) membunuh Balin yang saat itu akan menjadi Raja Baru Moria dan menghancurkan dwarves yang sedang membangun kembali Moria. Selanjutnya Goblin yang mengabdi pada Sauron menduduki Moria.

!

INFO

Siapa Balin?

Di sini juga Frodo mendengarkan ada makhluk lain yang mengikuti mereka, tak lain tak bukan adalah Gollum.

Dari 9 orang ini, cuma Gandalf dan Aragorn yang pernah ke Moria, namun masing-masing mereka tidak melewati rute yang sama dan mereka datang dari pintu timur. Gandalf masih menjadi petunjuk jalan. Mereka sempat beristirahat di Hall of Moria, ruangan utama yang menjadi pusat kota Moria. Di sana Pippin sempat-sempatnya iseng ngejatuhin timba ke sumur yang sepertinya tidak berdasar. Suara dentangan timba besi itu menimbulkan gema yang keras. (Dicurigai dari sinilah penyusupan mereka diketahui para goblin penghuni Moria). Gandalf marah-marah ke Pippin, tapi kemudian jadi kasian malah ngizinin Pippin ga jaga malam.

Beberapa hari berjalan dalam gelap, akhirnya mereka sampai di Ruangan Mazarbul, dimana terletak makam Balin. Makam itu menjadi bukti yang kuat bahwa kisah Balin tewas adalah benar adanya. Gimli yang selama ini selalu ingin mencari bukti keberadaan kakek moyangnya itu menjadi sedih.

Trapped in the Chamber of Mazarbul (McBride)

[205] Gimli juda menemukan sebuah buku yang berisi catatan saat-saat terakhir kehancuran Moria. Gandalf membacakannya yang isinya (ga usah saya tulis ya... jangan terlalu manja ach! baca sendiri di buku!). Setelah kaget dengan isi catatan tersebut, Gandalf memutuskan untuk tidak berlama-lama di dalam Moria. Namun terlambat mereka menyadari bahwa mereka sudah terkepung oleh pasukan Goblin dan Troll.

Gandalf memutuskan untuk segera lari. Namun mereka kalah cepat, beberapa gerombolan Goblins sudah mencapai mereka. Pertarungan tak terelakkan. Boromir, Aragorn, Gimli dan Legolas membuktikan bahwa mereka memang jagoan tempur. Frodo terkena tombak Goblin dan terjatuh, sementara Sam terluka kena senjata beracon Goblin. Aragorn segera memungutnya dan berlari mengikuti rombongan yang lain... dan dalam pelarian itu ternyata mereka tahu Frodo belum mati seperti sangkaan Aragorn. Baju besi pemberian Bilbo menyelamatkannya.

Gandalf menyuruh mereka terus berlari ke arah Hall ke dua. Sementara itu Gandalf menahan para Goblins dengan menutup pintu the Hall of Moria dengan manteranya. Namun Gandalf merasakan ada kekuatan besar di balik pintu yang berusaha melawan manteranya. Setelah pintu tertutup, Gandalf berlari untuk bergabung dengan yang lainnya.

Hall of Moria (A. Lee)

Setelah terus berlari, FotR sampai di Second Hall of Moria, sebuah ruangan yang sangat besar. Di sini Gandalf sudah mengenal jalan keluar: Jembatan Khazad-Dum, sebuah jembatan yang menyebrangi lembah yang tak terukur dalamnya, dan diseberangnya adalah pintu timur Moria.

Mereka melihat ada api di lantai yang menghalangi satu pintu masuk. Mereka berharap ini bisa menghalangi para goblin mengejar mereka. Goblins memang tidak mengejar mereka sampai ke mulut jembatan, tapi menyerang dengan panah api. Legolas membalas dengan tembakan panahnya yang jitu. Saat itulah Legolas melihat dua Trolls meletakkan batu besar menutupi api di lantai sehingga para Goblins bisa lewat. Legolas yang memiliki pandangan melihat jauh juga melihat di belakang para Goblins ada satu sosok merah yang sedang mendekati mereka...

Sosok itu adalah Balrog (Demon of Fire), ancient servent of Menkor, dari ras Maiar seperti Gandalf dan Sauron. Dialah yang membunuh Balin dan menghancurkan Moria, dan dia juga tadi yang melawan mantera Gandalf sehingga pintu di Hall utama terbuka.

FotR terus berlari menuju jembatan. Boromir meniup trompetnya sebagai peringatan, saking hebatnya bunyi terompet itu membuat Goblins, Trolls, bahkan Balrog sendiri terdiam sejenak. Setelah gemanya berhenti, musuh melanjutkan pengejaran. Gandalf menyuruh yang lain segera menyebrang sementara dia sendiri menunggu Balrog di mulut jembatan.

Bridge of Khazad-Dum (P. Monteagle)

Fight with Balrog (T. Nasmith)

 

Pertarungan Balrog dan Gandalf terjadi di jembatan itu sendiri. Gandalf dengan kekuatan suaranya menghentikan langkah Balrog. Namun tidak cukup untuk menghentikan laju pedang Balrog yang merah berapi. Tranng!!! Gandalf menangkis dengan Glamdringnya. Pedang Balrog patah. Balrog mengeluarkan cambuk apinya, namun tidak sanggup menembus pertahanan Gandalf.

Aragorn dan Boromir yang sudah sampai di ujung jembatan segera menghunus pedang masing-masing dan siap bergerak balik menuju pertarungan Gandalf dan Balrog. Namun, pada saat itu Gandalf menghentakkan tongkatnya ke lantai jembatan batu itu seraya berteriak "Kamu takkan bisa lewat"...

Trakkkk!!! Jembatan yang kena hentakan tongkat Gandalf retak dan hancur, begitu juga tongkat Gandalf. Balrog yang berdiri di atasnya ikutan jatuh. Namun cemeti apinya membelit kaki Gandalf dan membawa Gandalf jatuh.

Gandalf masih sempat bergayut sejenak di retakan jembatan, dan berteriak pada FotR "Fly, you fool!", dan dia pun jatuh... tuh!

Aragorn mengambil alih komando FotR. Mereka terus berlari ke arah Pintu Timur, tidak ada pilihan. Sementara para Goblin masih terus berusaha mengejar dari belakang. Dari arah depan ternyata masih ada Goblins yang menjaga pintu keluar. Aragorn dengan cantik membunuh kaptennya, sehingga yang lain berhamburan lari.

[206] FotR terus berlari, keluar lewat pintu timur Moria. Dari arah belakang masih terdengar suara Goblins dan Trolls mengejar. Mereka sampai ke danau Mirrormere (disebut juga danau Kheled-zaram dalam bahasa dwarves). FotR begitu sedih dan tidak percaya akan kehilangan Gandalf. Dari sana perjalanan dipimpin oleh Aragorn.

Mirrormere (A. Lee) -->

Lorien (R. Aaldijk)

 

Mereka melewati Durin's stone, tempat dimana Durin berdiri saat pertama kali melihat pintu Moria. Lalu mereka mengikuti alur sungai Silverlode sampai menemui tempat yang layak untuk istirahat. Aragorn mengobati luka Sam dengan daun athelas.

Perjalanan terus dilanjutkan sampai aliran sungai Silverlode bertemu dengan aliran sungai Nimrodel. Legolas becerita tentang Nimrodel, istri Amroth mantan Lord of Lorien. Nimrodel berkelana ke arah selatan dan akhirnya hilang di White Mountains. Amroth lalu mencarinya, tapi hilang di laut selatan. Setelah itu baru Celeborn dan Galadriel menjadi Raja dan Ratu Lorien.

Ketika mereka memasuki wilayah utama Lorien (atau disebut juga Golden Wood), rombongan ditahan oleh grup elf penjaga perbatasan yang diketuai oleh Hardim. Legolas memperkenalkan anggota, dan ternyata elf-Lorien sudah menerima pesan dari Elrond (Master of Rivendell) tentang perjalanan Nine Walkers. Hardim akan membawa mereka ke Lady of Lorien, dengan syarat menutup mata Gimli dengan alasan elf-lorian tidak pernah punya hubungan dengan dwarves. Jelas Gimli mengkel, menolak kecuali Legolas juga ditutup matanya. Legolas uring-uringan dengan sikap Gimli ini (haha). Malam itu mereka tidur di atas pohon. Frodo sempat merasakan kehadiran makhluk lain mengintip mereka, yang ternyata disadari oleh Hardim.

 

Keesokannya mereka melanjutkan perjalanan. Hardim menceritakan bahwa mereka melihat makhluk lain di dekat pohon peristirahatan mereka, dan juga tentang orc yang melintas di dekat Moria. Mereka sampai di Celebrant, sungai dengan aliran sangat deras dan begitu dingin. Mereka menyebrangi dengan tali (kayak tarzan). Perjalanan dilanjutkan dengan mata tertutup, setelah Gimli protes akan peraturan yang mendiskriminasikan dia dan Aragorn menyarankan Hardim menutup semua mata FotR. Sampai akhirnya mereka sampai di "ibukota" Lorien, di mana Lord and Lady of Lorien bertahta.

<-- Lorien in Spring (Tolkien)

Di sana mereka disambut hangat oleh Celeborn dan Galadriel. Mereka menceritakan kisah perjalanan panjang sampai kehilangan Gandalf. Celeborn sempat marah dan menyesal mengizinkan Gimli cs masuk Lorien, karena dwarves sudah membangunkan Balrog. Tapi Galadriel mencairkan suasana, dia merespons dengan sangat bagus membuat Gimli lebih tenang.

FotR makin terkesima dengan Galadriel yang melakukan telepati dengan masing-masing mereka. Ketika mereka beristirahat dan mendiskusikan apa aja yang dibicarakan via telepati Galadriel, Boromir tidak mau mengungkapkan kasusnya. (Belakangan kita tahu bahwa ada hasrat dalam hati Boromir untuk membawa cincin itu ke Minas Tirith, bukan ke Mordor. Galadriel tahu ini, dan mencoba memperingati Boromir).

Lorien (from the Movie)

The Mirror of Galadriel (A. Lee)

[207] Mereka tinggal beberapa hari di Lorien. Legolas dan Gimli terlihat sering bersama, dan persahabatan mereka mulai terjalin di sini.

Suatu malam Galadriel "mengundang" Frodo dan Sam untuk mengikutinya ke sebuah taman kecil. Di sana Galadriel memperkenalkan the mirror of Galadriel. Cermin ini bisa memberikan gambaran masa depan, sekarang, dan lalu. Galadriel mengundang Frodo dan Sam untuk melihat.

Frodo agak ragu awalnya, sehingga Sam sukarela mencoba pertama. Dia melihat Frodo seperti tidur, lalu kampung Shire terbakar, dan seorang Hobit yang menebang pohon. Sam tiba-tiba berkeinginan untuk pulang ke Shire, namun dia segera sadar bahwa dia sudah memutuskan untuk pergi menemani Frodo apapun akhirnya.

Sementara Frodo melihat sosok seperti Gandalf, lalu Bilbo, dan kapal putih yang berlayar. Tiba-tiba pemandangan indah berubah menjadi hitam, ada mata yang menyala melihatnya. Kemudian Frodo merasakan ada kekautan dari mata itu yang menariknya ke dalam, The One Ring yang terkalung di lehernya tiba-tiba dirasakan berat. Galadriel memutuskan pandangan Frodo, dan mengatakan bahwa dia tahu apa yang Frodo lihat terakhir kali dari cermin itu.

Galdriel membuka rahasia bahwa dia adalah salah satu dari Ring-barier 3 elven-rings, Nenya the ring of water. Frodo menawarkan The One Ring kepadanya, karena Frodo berpikir Galadriel lebih cocok me-master-i the One Ring dengan kekuatan yang dia punya sekarang. Galadriel tiba-tiba marah, lalu terlihat dia seperti sedang bertarung dengan kekuatan lain. Galadriel sedang berperang dengan hasratnya, yang juga ternyata sudah lama memikirkan apa yang akan dia lakukan kalau the One Ring ada padanya. Galadriel berhasil melawan hasrat itu dan tetap membiarkan Frodo menjadi ring-barier the One Ring. Galadriel berpesan jangan coba-coba me-master-i the One Ring. Butuh kekuatan yang sangat besar untuk bisa menjadi Master the One Ring.

[208] Saatnya FotR meninggalkan Lorien. Mereka melanjutkan perjalanan dengan sampan menuju the Great River. Dalam perjalan nanti mereka berencana memutuskan akan ke Minas Tirith dulu seperti anjuran Boromir atau langsung ke Mordor. Galadriel memberi mereka 3 sampan elf, dan juga tali elf yang disimpan oleh Sam. (Sam memang semenjak berangkat dari Rivendell selalu menyesali kealfaannya membawa tali, dan ini terbaca oleh Galadriel).

Sebelum berangkat, masing-masing anggota mendapat hadiah dari Galadriel. Legolas mendapat the bow of Galadhrim. Kepada Sam diberikan kotak berlabel G, singkatan Galadriel atau juga Gardener. Kotak itu berisi tanah dari kebun Galadriel, untuk memastikan bahwa masih ada taman di Middle-earth nantinya. Gimli diberi pilihan, dia meminta sehelari rambut emas Galadriel, dan Galadriel memberinya tiga helai. Kepada Boromir diberikan sabuk emas, sementara Merry dan Pippin mendapat sabuk perak. Aragorn mendapat sarung untuk pedangnya, dimana pedang yang keluar dari sarung itu tidak akan pernah patah. Galadriel juga memberikannya evenstar, batu elf yang diberikan turun temurun pada garis keturunan Galadriel, yang nantinya akan menjadi stone of Elendil's house. Terakhir untuk Frodo adalah sebuah gelas kristal yang berisi cahaya dari bintang Earendil. Dan kepada setiap anggota diberikan jubah elf yang memberikan perlindangan dari mata-mata jahat, bros elf, dan makanan khas elf: lembas, yang segigitnya udah cukup mengenyangkan perut orang dewasa.

Farewel to Lorien (T Nasmith)

!

INFO

Apa itu Stone of Elendil ?

 

Stone of Elendil atau disebut juga Star of Elendil adalah nama permata yang dibuat oleh bangsa Numenor untuk Ratu mereka Silmarien daughter of King Tar-Elendil. Dari dia batu permata ini diturunkan secara temurun pada garis keturunan King Tar-Elendil (raja ke-4 Kerajaan Numenor). Keturunan mereka ini disebut Lord of Andunie, "pecahan" kerajaan Numenor yang bersikap untuk tidak mau mengikuti hasrat Raja Besar mereka menguasai Undying Land dan menjadi immortal. Mereka tinggal di kota Andunie di barat pulau Numenor.

Saat pulau Numenor dihancurkan oleh Valar, Elendil (bukan the King Tar-Elendil lho yaaa) bersama anak-anaknya serta pengikut mereka berhasil lolos dengan kapal-kapal dan berlayar ke Middle-Earth. Disana Elendil membangun 2 kerajaan besar di wilayah barat Middle-earth: Anor dan Gondor.

Ketika Isildur menggantikan ayahnya menjadi the High King Gondor & Anor, batu Elendil diturunkan kepadanya. Namun, batu ini hilang bersama tewasnya dia diserang oleh orcs ketika melakukan perjalanan dari Gondor ke Anor. Batu ke dua dibuat, dan dijadikan simbol keluarga Kerajaan Anor. Ketika kerajaan Anor hancur, maka batu ini menjadi tanda bagi Heirs of Isildur, keturunan atau ahli waris Isildur.

Batu pengganti inilah yang kemudian disimpan di Lorien dan diberikan pada Aragorn oleh Galadriel ketika The Fellowship singgah di Lorien.

Tiga perahu elf berangkat menyusuri sungai Lorien yang bermuara ke sungai Anduin (The Great River). Aragorn dengan Frodo dan Sam, Boromir dengan Merry dan Pippin, dan Legolas dengan Gimli yang dalam waktu singkat sudah menjadi sahabat karib. Mereka belum memutuskan tujuan selanjutnya, apakah ke Minas Tirith sesuai saran Boromir ataukah langsung ke Mordor. Semua sepakat akan membicarakan hal itu apabila sudah sampai di sungai Anduin.

[209] Aliran sungai Anduin membawa mereka ke Brown Lands, tanah antara perbukitan Emyl Muil dan hutan Mirkwood. Dari sana masing-masing fellowship merasakan ketidakamanan lagi. Cemas dan khawatir, takut dan berani bercampur aduk, memikirkan bahwa Sauron tidaklah diam selama mereka di Lorien. Emyl Muil tidaklah terlalu jauh dengan Mordor, pasukan the Enemy bisa jadi sudah ada di sekitar perbukitan menanti mereka.

Di sana mereka berhenti dan berkemah. Sam mengutarakan sesuatu pada Frodo bahwa dia melihat ada gelondongan kayu bermata (Sam ini ada-ada aja ngasih istilah, dalam Quest of the Ring ini dia banyak sekali ngasih istilah-istilah lain pada sesuatu yang sudah bernama). Gelondongan kayu bermata ini sudah mengikuti mereka sejak lama, dan setiap kali Sam berusaha melihat lebih jelas, mata itu hilang. Sam berpikir bahwa dia bermimpi. Tanpa sepengatahuan Sam dan Frodo, Pippen juga melihat yang sama namun dia tidak begitu mempedulikannya. Ternyata Frodo menanggapi hal ini dengan serius. Frodo menyampaikan ke Sam bahwa mata itu sudah dilihatnya jauh sebelum mereka sampai ke Lorien. Makhluk dengan mata yang sama juga menghampiri mereka saat tidur di atas pohon perbatasan hutan Lorien, dan Haldir melihatnya juga. Sam mulai menebak-nebak, teringat cerita petualangan Bilbo,makhluk ini adalah .... Gollum. Frodopun menyepakati dugaan ini.

Farewel to Lorien (X. Price)

Sam mengusulkan untuk berjaga malam itu, tidak perlu menganggu Strider atau yang lain dulu. Dia merasa masih bisa tidur besok di atas perahu (haha... selama perjalanan Sam memang banyak tidur untuk menghilangi rasa gamangnya dengan perahu. Para Hobbit yang lain juga gamang, tapi tidak seperti Sam. Saking tidak percayanya Frodo dan Aragorn, mereka tidak membolehkan Sam pegang-pegang pendayung karena takut kecebur). Frodo sepakat, asal berjaga bergantian.

<-- Nightwatch (A Eismann)

Ketika Frodo berjaga itulah, dia merasa Gollum ini mendekati kemah mereka. Aragorn terjaga ketika Frodo menghunus Stingnya. Ternyata Aragorn sendiri sudah tahu perihal Gollum yang menguntit perjalanan mereka. Gollum sudah menguntit semenjak dari Moria. Aragorn mencoba menangkapnya ketika perjalanan di sungai Anduin, tapi gagal terus. Malam itu mereka bisa beristirahat dengan tenang. Keesokan paginya perjalanan menyusuri sungai Anduin dilanjutkan.

Mereka berkemah lagi ketika perbukitan hijau Emyl Muil sudah di depan mereka. Legolas melihat seekor Elang Pemburu terbang dari gunung Misty ke arah selatan. Perjalanan dilanjutkan ketika malam esok harinya datang. Itu adalah malam ke-8 semenjak mereka meninggalkan Lorien.

Attacked by orc in Sarn Gebir (A. McBride) -->

Ketika mencapai Sarn Gebir (daerah dimana aliran sungai Anduin begitu deras) mereka memutuskan untuk menepi. Aliran sungainya sangat deras, dan mereka tidak sanggup untuk mengendalikan perahu. Saat itulah mereka diserang, anak-anak panah melayang ke arah mereka. Terlihat bayangan hitam ditepi sungai, orcs! Jubah elf dan perahu elf ternyata cukup ampuh menyelematkan mereka dari serangan orc.

Legolas membalas dengan memakai busur hadiah dari Lorien, dan cblesss!!! Terdengar satu teriakan orc. Sesaat kemudian sosok makhluk melayang menutupi langit seakan-akan awan hitam yang besar. Tidak satupun yang tahu apakah itu gerangan (walau Frodo sudah punya dugaan apakah itu gerangan), namun yang jelas mereka sadar itu adalah bahaya. Lagi-lagi Legolas dengan mantapnya menyarangkan panahnya tepat mengenai makhluk itu, teriakan nyaring terdengar... lalu kembali sunyi.

Aragorn memimpin rombongan menepi mencari tempat yang bagus untuk berlabuh. Aragorn memutuskan untuk beristirahat tanpa tidur malam itu. Malam lewat dengan sunyi, tidak terjadi apa-apa (syukurlah...).

Keesokan paginya, Boromir bertanya tujuan selanjutnya. Dia masih tetap berkeinginan mengajak rombongan ke Minas Tirith, tapi Aragorn belum memberi jawaban. Aragorn berencana membawa mereka ke Argonath, yang menjadi gerbang Gondor di aliran sungai Anduin. Di sisi barat perbukitan Emyn Muil adalah bukit Amon Hen, disebut juga The Hill of Sight. Aragorn berencana untuk melihat keadaan dari sana sebelum mengambil keputusan. Boromir akhirnya menyerah setelah melihat naga-naganya Frodo akan mengikuti ide Aragorn.

Begitulah, setelah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melintasi Sarn Gebir, merekapun kembali ber..jalan. Ya... mereka memutuskan untuk menyusuri tepi sungai menghindari mautnya aliran sungai di kawasan Sarn Gebir; dan memutuskan beristirahat ketika dirasa aliran tidak begitu deras lagi. Perjalanan dilanjutkan keesokan paginya, sampai melewati Argonath.

Falls of Rauros (R. Garland)

Selepas Argonath adalah danau Nen Hithoel. Sisi kiri adalah bukit Amon Lhaw, dan di kiri adalah Amon Hen tujuan mereka. Di tengah-tengah danau ada pulau kecil yang berdiri tinggi bak gunung bernama Tol Brandir. Dan di belakang Tol Brandir ini adalah air terjun Falls of Rauros.

Argonath (from the Movie)

[210] Mereka berlabuh dan mendirikan tenda di kawasan bernama Parth Galen, di kaki bukit Amon Hen. Malamnya Sting menyala walau tidak terang, bertanda ada Orcs yang sedang mendekati mereka.

Keesokan paginya Aragorn menyelenggarakan rapat untuk memutuskan kemana mereka hendak pergi. Cukup rumit dan penuh kebimbangan, dan akhirnya Aragorn menyerahkan kepada Frodo sebagai Ring-barier. Frodo meminta waktu sesaat sebelum memutuskan.

Frodo berjalan meninggalkan tenda, diikuti lirikan mata Boromir. Dia terus berjalan naik ke atas bukit, sampai akhirnya memutuskan untuk duduk dan berpikir. Saat itu datanglah si gagah Boromir. Diawali dengan percakapan yang manis dan enak, namun berakhir dengan kekacauan. Ditengah-tengah dialog Frodo merasa Boromir berubah, dan dia tahu itu adalah efek dari the One Ring yang mulai mengkorupsi jiwa mortal Men seperti Boromir.

Boromir memaksa Frodo untuk ke Minas Tirith, dengan harapan cincin itu bisa memberi kekuatan komandonya untuk mempertahankan Minas Tirith dan mengalahkan Mordor. Frodo menolak dan ini menguatkan pilihannya untuk langsung ke Mordor. Boromir makin gila, dia memaksa Frodo meminjamkannya the One Ring. Frodo berpikir harus segera pergi sebelum Boromir menciderainya dan mengambil the One Ring. Dia pakai cincin itu, menghilang dan lari...

Boromir & Frodo (T. Nasmith)

Seat of Seeing (D. Martin)

Tiba-tiba Boromir ketakutan sendiri. Dia menyadari kesalahan fatal yang terjadi padanya. Dia mencari Frodo dengan harapan Frodo memaafkannya. Terlambat, Frodo sudah pergi jauh mendaki bukit, mendapati dirinya di Seat of Seeing. Cincin masih dipakainya. Dari puncak bukit itu dia bisa melihat jauh, hulu Anduin di Misty Mountain bagian utara, tanah Rohan dan Orthanc di selatan, air terjun Rauros di dekatnya, Minas Tirith.... dan Mordor! Dia juga melihat pergerakan pasukan Dark Lord untuk perang.

Tiba-tiba dia jatuh pada pandangan sebuah mata, mata dari Barad-dur yang tidak pernah tidur. Ada kekuatan memaksanya untuk datang ke Mordor dan menyerahkan cincin itu, namun kekuatan lain memaksanya untuk membuka cincin itu. Dan akhirnya dia membuka cincin itu. Segera dia memutuskan untuk pergi sendiri ke Mordor, menyelesaikan Quest seorang diri, karena dia tidak ingin yang lain menderita karenanya.

 

Sementara yang lain menunggu Frodo dengan penuh tanda tanya dan kekhawatiran. Semua sepakat, apapun keputusan Frodo mereka akan tetap menyertai Frodo apapun akhirnya. Namun Sam meyakini Frodo sudah mempunyai pilihan, yaitu langsung ke Mordor, namun dia takut. Saat itu Sam menyadari Boromir tidak berada diantara mereka.

Setelah lama waktu berlalu, Aragorn memutuskan untuk memanggil Frodo. Boromir datang dari balik pepohonan. Aragorn bertanya apakah dia melihat Frodo, dijawab dengan bimbang "ya, dan tidak". Ya karena dia sempat berbincang-bincang dengan Frodo dan mencoba meyakinkan Frodo ke Minas Tirith, sampai dia tiba-tiba marah dan Frodo meninggalkannya. Boromir mencoba mencari Frodo tapi tidak berhasil. Boromir pikir Frodo kembali ke Aragorn.

Sam panik! Dia tau bahwa cincin itu tidak seharusnya dipakai apapun alasannya. Dia segera berlari ke pepohonan, diikuti Pippen dan Marry. Aragorn menyuruh Boromir mengikuti Pippen dan Marry, sementara dia sendiri mengejar Sam. Legolas dan Gimli berlari ikut mencari.

Aragorn berhasil mengejar Sam, dan menyuruh Sam mengikuti dia mengikuti jejak Frodo ke Seat of Seeing. Namun Sam tidak sanggup mengejar langkah Aragorn, dan memutuskan untuk kembali ke tempat perahu mereka ditambatkan. Sam berpikir bahwa Frodo pasti memutuskan untuk pergi sendiri ke Mordor, dan dia harus menyertai sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya oleh Gandalf.

Dugaannya benar! Frodo sudah mengayuh salah satu sampan menyebrangi danau Nen Hithoel. Sam nekad mengejar dan berenang walau akhirnya dia tenggelam karena tidak bisa berenang. Frodo menyelamatkannya, dan menyuruhnya untuk balik. Sam bersikeras untuk ikut walau sudah jelas baginya sekarang Frodo akan ke Mordor. Sam malah nekad untuk membocorkan perahu yang lain biar Frodo tidak bisa diikuti (haha!). Frodo dan Sam akhirnya berangkat menyebrangi danau setelah mengambil bekal mereka.

Di sini adalah akhir buku 2.

kembali ke buku 1 kembali ke atas  lanjut ke buku 3