FELLOWSHIP OF THE RINGS

CHAPTER BUKU 1

101 A Long-expected Party / 102 The Shadow of the Past / 103 Three is Company / 104 A Short Cut of Mushrooms / 105 A Conspiracy Unmasked / 106 The Old Forest / 107 In the house of Tom Bombadil / 108 Fog on the Barrow-downs / 109 At the Sign of the Prancing Pony / 110 Strider / 111 A Knife in the Dark / 112 Flight to the Ford

 

(Klik gambar untuk memperbesar)

 

The Shire (R. Garland)

Enam puluh tahun setelah Bilbo Baggins kembali ke Shire sehabis petualangan serunya ke Erebor, the Lonely Mountaint, dia memutuskan untuk mewariskan semua yang dia miliki ke keponakan termudanya, Frodo Baggins. Semua? Ya… semua, mulai dari sawah, tanah, rumah (atau lebih tepat lobang) The Beg-ends yang tersohor itu…. Dan termasuk cincin sakti yang ditemukan Bilbo saat tersesat di Misty Montain, cincin yang menurut pengakuannya ke Gandalf didapat sebagai hadiah karena memenangkan pertandingan teka-teki dengan makhluk aneh Gollum yang memiliki cincin itu sebelumnya. (kisah ini semua ada di the Hobbit).

Gandalf sering mengunjungi The Shire, sebuah wilayah di sebelah barat Misty Mountain yang dihuni oleh para Hobbit. Gandalf memang dikenal baik oleh para hobbit, terutama anak-anak. Mereka mengenal Gandalf karena sering membawa barang mainan aneh2 (petasan, ramuan2). Gandalf sendiri mengunjungi The Shire dalam rangka mempelajari Hobbits dan kehidupannya. Disebutkan memang Gandalf adalah satu2nya wizard yang tertarik dengan Hobbits. Sampai pada jaman ke-3, Hobbits memang masih misterius oleh sebagian besar orang2 Middle-earth.

[101] Beberapa hari sebelum perayaan ultah Bilbo ke 111, Gandalf kembali hadir. Saat itu Bilbo mengungkapkan kepada Gandalf rencana 'pensiun'nya dari The Shire serta pemerian semua warisannya kepada ahli warisnya Frodo. kepada Gandalf.

Pesta itu sendiri berlangsung sungguh meriah. Hampir seluruh keluarga besar hobbit datang. Keluarga Baggins memang keluarga terpandang, selain kaya juga penuh cerita. Didepan khalayak dia memberikan beberapa pengumuman, sebelum akhirnya tiba2 menghilang begitu saja. Ya... Bilbo memakai cincin itu dan pergi ke rumahnya, Beg Ends, mempersiapkan petualangan terakhirnya.

Sebelum pergi, Bilbo terlibat percakapan serius perihal cincin. Terlihat Bilbo keberatan untuk memenuhi janjinya untuk mewariskan cincin itu kepada Frodo. Dia malah sempat-sempatnya menyebut cincin itu sebegai "the Precious"nya, istilah yang pernah diucapkan pemilik cincin sebelum Bilbo. Gandalf kecewa namun mulai mengerti tingkah laku Bilbo.

Bilbo juga mengakui dia merasa mengkerut dan kurus. Tapi anehnya dia tidak merasa umurnya bertambah tua. Namun akhirnya Gandalf bisa membaut Bilbo menyerah dan menitipkan cincin itu kepada Gandalf. Ketika cincin itu resmi diberikan pada Frodo, Bilbo merasa terlepas dari kekuatan yang dia sendiri ga mengerti.

Begitulah, Bilbo pun pergi...

Deagol Finds the Ring (T. Nasmith)

[102] Setelah beberapa tahun (saya ga ingat persisnya berapa) kepergian Bilbo, dari mempelajari skrip2 kuno yang berada di perpus Minas Tirith (Ibu Kota Gondor) Gandalf akhirnya mengetahui bahwa cincin yang diwariskan Bilbo ke Frodo adalah The One Ring, the Ring of Power, the Master Ring… Cincin yang khusus dibuat Sauron di Mount Doom untuk memenuhi hasratnya mendominasi semua kehidupan di Middle-earth. Cincin yang dipotong langsung oleh Isildur, son of Elendil, dari jari Sauron diperang Last Allience di akhir jaman ke-2 dengan pedang ayahnya yang patah. Isildur menyimpan cincin itu untuk dirinya sendiri, dan akhirnya terbunuh oleh orcs dalam sebuah perjalanan kerajaan, dan cincin itu hilang bertahun-tahun.

Sampai akhirnya Deagol, seorang hobbit menemukan cincin itu di hulu aliran sungai Anduin (The Great River). Deago dibunuh oleh Smeagol, temannya, dan mengambil cincin itu. Asal kata "The Precious" dimulai dari sini, karena cincin itu begitu indah tanpa cacat. Cincin itu menghancurkan kehidupan Smeagol, dia dibenci masyarakat, dikucilkan keluarga, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk bersembunyi di Misty Mountain. Cincin itu merubah Smeagol menjadi makhluk menyeramkan dan menjijikkan, dan karena suka meneriakkan "Gollum... Gollum... Gollum...", dia dipanggil Gollum. Cincin itu juga yang membuat Smeagol berumur panjang (sama halnya dengan Bilbo). Gollum akhirnya kehilangan cincin ini, dan ditemukan oleh Bilbo dalam perjalanannya ke Lonely Mountain.

Gandalf membuktikan cincin itu adalah the One Ring di depan Frodo dengan melemparkannya ke api, lalu muncullah tanda yang tersembunyi sekian lama di cincin itu, berbunyi:

ash nazg durbatuluk, ash nazg gimbatul, ash nazg thrakatuluk, agh burzum ishi krimpatul

Tulisannya dalam elvish, tapi bahasanya Mordor, yang dalam common speech berarti: "One Ring to rule them all, One Ring to find them, One Ring to bring them all and in the darkness bind them".

Bilbo gave speech in his 111 yrs birthday party (I. Edelfeldt )

Gandalf tells Frodo the Ring (A. Lee)

!

INFO

Apa itu The Ring of Powers?

(sekilas tentang The Rings of Power)

Dikisahkan pada jaman ke-2, seorang pemimpin Elf dikawasan Eregion (dekat Moria, di kaki Misty Mountain) bernama Celebrimbor (grand son of Feanor, the Greatest of Noldor) memiliki ketrampilan pandai besi. Ketrampilannya ini sangat terkenal di Middle-earth. Suatu kali Celebrimbor kedatangan seorang asing bernama Annatar yang mengaku sebagai The Lord of Gifts, yang menawarkan pada Celbrimbor dan pengikutnya ilmu pandai besi yang lebih hebat daripada yang mereka punya. Gil-galad (The last High King of Noldor) dan Elrond (Master of Rivendell) memperingati Celebrimbor untuk berhati-hati terhadap tamu misterius ini, namun ditapik oleh Celebrimbor. Selama 300 tahun warga Eregion (disebut Mirdain) belajar kepada Annatar membuat magical rings. Kemudian mereka (Mirdain dan Annatar) membuat 16 The Rings of Power, cincin sakti yang memberikan pemakainya kekuatan untuk berkuasa.

Tanpa sepengetahuan Celebrimbor dengan para mirdainnya, Annatar yang ternyata Sauron the Dark Lord membuat lagi 1 cincin yang menjadi master dari semua cincin tersebut. Cincin itu dibuatnya sendiri di Mount Doom. Cincin yang hanya memiliki satu Master (ga bisa dipakai optimal oleh yang lain), the Dark Lord sendiri. The One Ring, cincin yang akan membuatnya menjadi The Lord of all the Rings. Namun Sauron tidak tahu bahwa Celebrimbor sendiri membuat 3 lagi cincin yang kekuatannya lebih tinggi dari 16 cincin pertama, dibuat untuk Elf: Narya (Rings of Fire), Nenya (Water), dan Vilya (Air). Celebrombir yang merasa tertipu kemudian melepaskan 3 Cincin Elf dan menyembunyikannya (karena kalau ga, bisa2 mereka ikut2an kena pengaruh the One Ring).

Sauron selanjutnya tahu dan marah, lalu mengerahkan armadanya menyerang dan menghancurkan Eregion. Celebrimbor terbunuh, tapi 3 cincin elf tidak ditemukan. Namun Sauron sudah mendapatkan 15 dari 16 The Rings of Power (1-nya sudah ada ditangan King of Khazad-dum, raja besar Dwarf yang tinggal di Moria, tetangga Eregion). Lalu Sauron membagikan cincin itu 9 kepada kepada raja2 besar Men, dan 6 untuk raja2 besar Dwarves. Sauron sukses mendominasi 9 Great Men, namun kurang sukses ke dwarves yang memiliki kekebalan tersendiri terhadap magic.

Dan masalahnya sekarang, Frodo menjadi pemegang cincin itu dan the Enemy akan mendatanginya untuk mengklem balik cincin itu.... Sauron butuh cincin itu untuk kembali mendominasi kehidupan di Middle-earth. Dia sudah mendapatkan 9 cincin dari Men dan 3 dari Dwarves. Sisanya hancur oleh para Dragons. Sauron tahu... The Master Ring belum hancur, dan berada di salah satu tempat di Middle-earth.

Frodo jelas kaget dan takut. Dia menawarkan the One Ring itu pada Gandalf, Gandalf menolak. "Tidak! Dengan kekuatan (pada cincin itu) saya akan memiliki kekuatan sangat besar dan mengerikan. Dan lewat saya cincin itu akan mendapatkan kekuatan yang lebih dahsyat", begitulah kata Gandalf.

Gandalf menyerahkan keputusan pada Frodo, mau ngapain dia dengan the One Ring. Tanpa diduga-duga, Frodo rela menjadi the ring-barier. Gandalf lantas menyarankan Frodo segera pergi dari The Shire sesegera mungkin, karena The Shire ga lagi aman untuk dia. Gandalf menunjuk Samwise Gamgee (Sam) yang menguping dari luar pembicaraan Gandalf dan Frodo menjadi teman perjalanan Frodo. Setelah itu ada beberapa beberapa kali Gandalf mengunjungi Frodo untuk memberi nasehat.

Tapi butuh 9 tahun Frodo benar2 pergi dari Shire, selain perasaan bimbang dan menunggu kedatangan Gandalf (yang tak kunjung datang) untuk memastikan kemana dia harus pergi, Frodo juga harus merencanakan kepergiannya tanpa sepengetahuan para hobit di The Shire.

Gandalf visits Frodo (J. Howe)

Frodo set out Hobitton (T. Nadsmith)

 

Black rider (D. Seefeld)

[103] Setelah menjual semua hartanya dan membeli tanah di Crickhollow, Frodo dibantu 4 temannya yang lain: Samwise Gamgee (Sam), Meriadoc Brandybuck (Merry), Peregrin Took (Pippin) dan Fredegar Bolger (Fatty), pergi dari Hobitton (kota di The Shire tempat Frodo tinggal) dengan alasan pindah rumah ke Crickhollow. Fatty dan Merry terlebih dulu berangkat untuk menyiapkan segala sesuatu di rumah baru Frodo. Pada titik ini, Frodo mengira cuman dia dan Sam yang tahu perihal sebenarnya kenapa dia harus pindah. Padahal, ke-3 temannya yang lain sudah tau, dan bertekad bergabung dengan petualangan Frodo.

Dalam perjalan melintasi The Shire, Frodo, Sam, dan Pippin mendapat masalah besar: The Black Riders. Pertemuan pertama mereka dengan 1 orang Black Rider hanya beberapa saat mereka meninggal Hobbitton. Mereka berhasil menghindar. Pada titik ini, tiga hobbit ini tidak mengetahui jumlah The Black Riders. Namun Sam mengungkapkan sesaat sebelum mereka pergi, Sam mendengar ayahnya berbicara dengan orang aneh, dan Sam curiga dia adalah salah satu the Black Riders.

Selanjutnya Mereka beruntung karena bertemu dengan sekelompok Elves dibawah pimpinan Gildor yang sedang dalam perjalanan. Bagi Sam ini adalah pertemuan yang menakjubkan karena dia selalu ingin melihat Elf. Frodo bertanya kepada Gildor banyak hal tentang situasi terkini the Middle-earth, termasuk keberadaan The Black Riders. Gildor memberi banyak nasehet, termasuk petunjuk pada Frodo untuk pergi ke penginapan The Prancing Ponny di Bree.

Supper with Gildor (A. Lee)

Moggot's farm (T. Kirk)

[104] Mereka melanjutkan perjalanan sampai melewati tanah petani Maggot, dan memberi mereka penginapan. dari Maggot mereka mengetahui bahwa beberapa Black Riders memang mencari mereka, malah salah satunya sudah mampir dan bertanya ke Maggot tentang keberadaan the Baggins. Maggot menawarkan tumpangan pada 3 hobbit untuk sampai ke rumah baru Frodo. Di tengah perjalanan mereka bertemu Marry yang sedang melacak jejak 3 orang teman ini karena telat terlalu jauh dari waktu yang mereka janjikan.

[105] Frodo akhirnya berkumpul dengan 4 orang temannya di rumah baru. Disinilah, Frodo mengetahui bahwa Sam, Merry, Pippin, dan Fatty mengetahui perihal the Ring dan keberangkatan Frodo. Merry dan Pippin memutuskan untuk menemai Frodo dan Sam di petualangan selanjutnya, sementara Fatty bertugas berpura-pura menjadi Frodo selama Frodo tidak ada.

[106]Tujuan berikutnya adalah kota Bree, sebuah kota yang dihuni oleh Men dan Hobbit bersama-sama. Untuk menghindari Black Riders, Frodo memutuskan menghindari perjalanan lewat jalan biasa. Mereka menempuh the Old Forest. Hutan ini adalah sudah ada semenjak dark age, banyak cerita-cerita aneh mengenai hutan ini.

Merry dan Pippin ditangkap Old Willowman, makhuk jahat berbentuk pohon tua. Frodo berteriak-teriak minta tolong, sampai akhirnya datang seorang aneh bernama Tom Bombadil. Tom menolong mereka, dan membawa mereka ke rumahnya. Mereka bertemu dengan Goldberry, istri Tom.

[107] Mereka menginap beberapa malam di rumah Tom. Pada suatu kesempatan Tom meminjam cincin itu dari Frodo dan memakainya... dan ajaib, Tom tidak menghilang. Malah Tom mengembalkan cincin itu dengan senyum tanpa ada terlihat ingin menguasai. Tidak ada tampak efek dari cincin itu kepada Tom. Malah saat Frodo memakainya, Tom masih bisa ngeliat Frodo.

Bombadil & Old Willowman

Under the spell of Barrow-Wight (T. Nasmith)

[108] Mereka melanjutkan perjalanan menempuh Barrow-downs, perbukitan berhantu. Dikisahkan Barrow-downs adalah pemakanan manusia. Ketika kerajaan Angmar di bawah pimpinan The Witch-king (Lord of Nazgul) berkuasa, makhluk2 jahat ini dikirim untuk menghuni pemakaman ini.

Tiba-tiba saja Frodo kehilangan 3 rekannya. Ternyata Sam, Marry, dan Pippin tertangkap oleh mantera dari Barrow-Wight, salah satu hantu penghuni Barrow-downs. Frodo mencoba menolong, tapi sia-sia. Sampai akhirnya Frodo memanggil Tom Bombadil. Tom secara misterius datang dan menolong mereka. Dari tempat Barrow-Wight, mereka menemukan beberapa bilah pedang yang dibuat di pulau Numenor. Tom memberi mereka masing-masing satu ekor poni. Tom menemani mereka sampai ke perbatasan kota Bree, lalu kemudian balik ke rumahnya.

Frodo berpesan untuk tidak sekalipun menyebut nama Baggins di Bree, dan dia berganti nama menjadi Mr. Underhill.

Incident at the Prancing Pony (A. Lee)

[109] Mereka sampai di Bree dengan aman. Lalu menuju ke The Prancing Pony, berharap bisa menemui Gandalf disana. Mereka disambut dengan ramah oleh penjaga losmen, Barliman Butterbur. Sayang Gandalf tidak ada disana.

Ketika sedang beristirahat di losmen itu, Frodo melakukan kesalahan fatal. Dia mulanya ingin menegur Pippin dan Merry yang asik ngobrol ama pengunjung lainnya dan menyebut-nyebut nama Baggins. Tapi karena situasi menyudutkan dia untuk bernyanyi menghibur pengunjung. Dan tanpa sengaja dia terjatuh, dan the One Ring keselip dijarinya... dia menghilang, dan gemparlah Prancing Ponny. Seorang bernama Bill Ferny memperhatikan dengan seksama.

Farewel to Tom (L. Danforth)

[110] Seorang pengunjung yang dikenal dengan nama Strider menghampiri Frodo, lalu membawanya ke kamar Frodo dan memperingatinya supaya lebih berhati-hati. Frodo awalnya curiga dengan dia, apa lagi Strider agaknya tahu perihal cincin yang dia bawa. Namun Strider berhasil meyakinkan Frodo bahwa dia adalah teman Gandalf. Strider meminta Frodo untuk menjadikan dia teman perjalanan.

Pada saat bersamaan Butterman (yang sudah curiga bahwa Mr. Underhil = Frodo) menghampiri Frodo (yang saat itu bersama Sam dan Pippin, sementara Strider ngumpet) dan memberi tahu bahwa dia dititip surat oleh Gandalf, namun Butterman sibuk dan lalu lupa untuk menyampaikan ke Hobbiton. Dalam surat itu disebutkan bahwa Gandalf tidak bisa datang menemui Frodo sebelum dia berangkat, dan juga perihal Strider.

Merry tiba-tiba datang dan melaporkan dia melihat Black Riders ketika sedang mencoba membuntuti Bill Ferny. Strider menyuruh mereka pindah ke kamar Strider untuk malam itu, dan membuat trik di kamar para hobbit. Malam itu 5 Black Riders datang ke kamar hobbits dan memporak-porandakan isi kamar tersebut.

Strider (from the movie)

[111] Paginya mereka berangkat dari Bree, tujuan utama: Rivendell. Mereka memilih menjauhi jalan raya. Strider dengan tangkas memimpin mereka. Akhirnya mereka sampai di Weathertop (Amon Sul), sebuah bukit kecil dimana dulunya berdiri menara kerajaan Anor. Mereka menemukan tanda yang sepertinya dari Gandalf, bahwa Gandalf ada di sini beberapa hari yang lalu. Mereka memilih beristirahat disana.

Di sanalah mereka dihampiri oleh 5 Black Riders. Frodo tak kuasa menahan hasratnya memakai The One Ring. Begitu cincin terpasang dia bisa melihat dengan jelas wujud The Black Riders. Salah satu Black Rider menghampirinya (nantinya diketahui Frodo sebagai the Lord of Nazgul, the Witch-king). Frodo sempat memberikan perlawanan, berbekal pedang yang didapat dari Borrow-down, Frodo mencoba berhasil selamat karena tanpa sadar dia mengucapkan "O Elbereth! Gilthonial!" (nama Dewi Cahaya, Valar). dan menghujamkan pisau ke bahu kiri Frodo.

(Nazgul, from the Movie)

Strider menyelamatkan Frodo. Dia lalu mengejar para Black Riders. Semantara yang lain memberikan bantuan P3K pada Frodo yang tiba-tiba terserang panas dan menggigil. Dari Strider mereka mengetahui Frodo diserang oleh senjata kutukan milik Nazgul (Morgul-knife). Senjata itu mempercepat efek The One Ring membawa Frodo ke dunia "wraith", dunia para Nazgul. Strider lalu mencari daun Athelas, tumbuhan yang berasal dari Numenor yang memiliki khasiat untuk mengobati racun. Ternyata tanaman itu tidak begitu berkhasiat mengobati luka Frodo, tidak ada jalan lain kecuali Strider harus membawa Frodo secepat mungkin ke Rivendell untuk mendapatkan pengobatan.

Pada saat yang bersamaan, Fatty di Crickhollow diserang oleh 3 Black Rider yang lain. (Apakah dia tewas? ataukah dia lolos? Hahaha!! rasain kalau ga baca sendiri, jadi ga tau!)

Attack of Nazgul at Amon Sul (L. Michelucci)

The Stone Troll (A. Lee)

[112] Strider lalu mengarahkan perjalanan ke Ford of Bruinen, pintu masuk menuju Rivendall. Mereka melewati hutan Trowshall, hutan tempat para Bilbo Baggins bertemu dengan 3 Troll yang menangkap 13 dwarves teman perjalanannya. Dalam The Hobbits diceritakan bagaimana kelicikan Bilbo menghindar dan akhirnya dengan bantuan Gandalf mereka berhasil membebaskan para dwarves dan Troll itupun jadi batu.

Di sana mereka bertemu dengan Glorfinder, yang ditugaskan Elrond mencari Strider dan rombongan. Kondisi Frodo makin kritis, dia sudah diambang antara dunia nyata dengan "wraith". Kondisi ini cukup membantu para Nazgul melacak keberadaan Frodo.

Flight to the Ford (A. Eisman)

9 Black Riders dengan segera menyusul mereka, dan mengejar Frodo. Frodo dilarikan oleh kuda yang dibawa Glorfinder. Kuda putih ini terus melaju cepat, berpacu dengan 9 kuda hitam para Nazguls. Sampai akhirnya mereka di Ford, kuda putih lebih dulu menyebrangi sungai. Saat itu dikisahkan Frodo sudah hampir hilang dari dunia nyata, proses transisi ke dunia Wraith sudah hampir selesai.

At the Ford (T. Nasmith)

Mereka saling berhadap-hadapan, para Nazgul siap menyebrangi sungai. Sementara Frodo usungkan pedang yang dia dapat dari Barrow-downs.

"Kembali..., Kembalilah ke Mordor dan jangan ikuti saya!" teriak Frodo

"The Ring... The Ring..." balas para Nazguls.

Nazguls mulai melangkah... menyebrangi sungai. Fisik Frodo makin ga kuat. Saat Nazguls di tengah sungai, tiba-tiba Frodo merasakan air sungai naik. Dan ada suara gemuruh dari hulu...

Frodo jatuh dari kuda dan pingsan. Dia tidak menyaksikan bagaimana banjir menghantam Nazguls, menghanyutkan kuda-kuda hitam besar mereka....

Di sini adalah akhir buku 1

kembali ke atas lanjut ke buku 2